Kenapa Ada Hari yang Harus Di Hindari di Tahun Dal? Ini Alasannya Menurut Primbon Jawa (Ismael Juan/Vecteezy)
JawaPos.com - Pernah mendengar orang tua menolak rencana pernikahan atau acara besar karena harinya "kurang baik"? Dalam budaya Jawa, ini bukan hal yang aneh.
Ada hari-hari tertentu yang dianggap kurang tepat untuk menggelar acara besar, apalagi di tahun Dal, yang dikenal sebagai tahun dengan energi yang lebih berat dibandingkan tahun-tahun lainnya.
Menurut perhitungan Jawa, khususnya sistem Aboge dan Asapon, ada 8 hari yang disebut sebagai hari pantangan atau sengar di tahun Dal.
Hari-hari ini diyakini membawa ketidakstabilan atau potensi hambatan, baik secara fisik maupun emosional, untuk acara penting seperti pernikahan, pindah rumah, atau memulai bisnis. Beberapa hari yang termasuk dalam daftar ini antara lain:
Jumat Kliwon: Dianggap hari yang sangat kuat secara energi, sehingga acara penting yang digelar pada hari ini dikhawatirkan akan mengalami gangguan.
Senin Legi: Meskipun terdengar manis, namun dalam tahun Dal dipercaya membawa energi yang terlalu ringan untuk beban besar, seperti usaha baru atau pernikahan.
Sabtu Legi: Hari ini dipercaya membawa energi konflik dan kebocoran rezeki. Meski tampak tenang, jika digunakan untuk pernikahan atau membuka usaha, diyakini dapat mengundang masalah rumah tangga atau kerugian usaha yang datang perlahan tapi pasti.
Senin Pon: Senin Pon di tahun Dal dianggap sebagai hari yang kosong arah. Usaha atau pernikahan yang dimulai pada hari ini sering mengalami kebingungan arah, kehilangan semangat, atau merasa berjalan tanpa tujuan yang jelas.
Selasa Pahing: Hari ini sering dikaitkan dengan awal mula kesulitan. Pernikahan yang dimulai di hari ini bisa dipenuhi rasa jenuh dan ketidaksinkronan. Sementara usaha baru cenderung menghadapi hambatan atau kesalahan berulang.
Minggu Pahing: Hari yang tampak biasa, tapi dianggap tidak stabil di tahun Dal. Usaha yang dimulai di hari ini sering disebut cepat redup dan sulit berkembang.
Kamis Wage: Dikenal sebagai hari yang rawan menyebabkan usaha jalan di tempat atau pernikahan yang tampak baik di luar, tapi penuh tekanan di dalam.
Dan masih ada beberapa hari lainnya dengan makna serupa. Banyak orang Jawa percaya bahwa menghormati hari-hari ini adalah salah satu cara menjaga keharmonisan dalam hidup. Tidak sedikit yang memilih untuk menunda acara demi menghindari risiko yang tidak perlu.
Walau kepercayaan ini bersifat tradisional dan tidak semua orang mempercayainya secara penuh, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan nasihat dari para leluhur. Karena pada akhirnya, setiap keputusan penting memang butuh perhitungan yang matang, termasuk soal waktu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
