
Ilustrasi pemilik weton Minggu Wage. (alexeyzhilkin/Freepik)
JawaPos.com - Setiap manusia lahir dengan takdir dan karakter unik yang membentuk perjalanan hidupnya. Dalam budaya Jawa, hal ini kerap dikaitkan dengan hitungan weton kelahiran, yakni gabungan hari dan pasaran.
Salah satu weton yang menarik untuk dibahas adalah Minggu Wage, yang memiliki neptu 9 (hasil dari nilai hari Minggu = 5 dan Wage = 4). Berdasarkan primbon Jawa, weton ini berada di bawah naungan Aras Paksi atau "kuning angin", yang menggambarkan karakter yang cukup istimewa.
Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal YouTube Sabdaning Ratu, secara watak, orang yang lahir pada Minggu Wage dikenal sebagai pribadi yang pendiam namun penuh dengan ketertarikan pada hal-hal spiritual dan ilmu kebatinan.
Meski terlihat tenang, sebenarnya mereka sangat aktif dan lincah, bahkan saking lincahnya, mereka susah untuk duduk diam atau tenang dalam waktu lama. Mereka juga cenderung menyukai pujian, dan jika sudah menikah, kerap berpindah-pindah tempat tinggal.
Dari sisi hari lahirnya, yaitu Minggu atau Ahad, karakter orang dengan weton ini cenderung "semu" terlihat baik di luar, namun belum tentu mencerminkan isi hatinya. Ia juga mudah meniru atau mengikuti gaya orang lain, namun tetap memiliki pembawaan yang tampak dewasa. Mereka juga sangat disarankan untuk menanam pohon atau tanaman serba pepohonan, karena akan tumbuh subur di tangan mereka.
Sedangkan dari sisi pasaran Wage, wataknya lebih keras atau tegas, khususnya dalam berbicara. Orang dengan pasaran ini biasanya tidak pandai membungkus kata-kata dengan halus. Ia juga cenderung kaku dalam bersikap dan bertutur kata.
Sayangnya, pemilik weton Minggu Wage juga memiliki godaan dan pantangan yang harus diperhatikan. Bila mereka sering lupa pada Sang Pencipta dan lebih suka bermalas-malasan, terutama tidur, maka hidupnya bisa dipenuhi kesulitan. Namun, jika mampu memperbaiki diri dan lebih mendekat pada Tuhan, maka mereka bisa mendapatkan anugerah dan kejayaan besar.
Untuk menghindari kesialan atau hal-hal buruk dalam hidup, pemilik weton ini sangat disarankan untuk menjalani ritual ruwatan sejak kecil. Tujuannya agar bisa melepaskan diri dari energi negatif atau kesengsaraan yang mengintai. Selain itu, mereka juga disarankan melakukan selamatan dengan nasi gurih putih dan doa Rasul sebagai bentuk permohonan keselamatan.
Kesimpulannya, weton Minggu Wage menyimpan potensi besar namun juga tantangan yang tidak sedikit. Jika pemiliknya mampu menjaga diri, mengasah spiritualitas, dan tidak terjebak dalam kebiasaan buruk, maka mereka bisa menjalani kehidupan yang penuh keberkahan.
Sebab, pada akhirnya, weton hanyalah petunjuk, sementara hasil akhir tetap bergantung pada usaha, doa, dan kehendak Tuhan. Ambillah yang baik dari hitungan ini, dan buanglah yang buruk.
(*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
