
Ilustrasi weton yang disebut mulyo tanpo tanding. (Freepik)
JawaPos.Com - Dalam kesunyian malam Jawa kuno, ketika langit berselimutkan bintang dan bumi seakan bernafas dengan lembut, para leluhur percaya bahwa setiap manusia membawa cahaya dan garis hidupnya sendiri.
Cahaya itu dikenal sebagai “pancer”, inti energi yang terlahir bersamaan dengan weton. Dari pancer itulah nasib terbentuk, arah kehidupan ditulis, dan pintu rezeki ditentukan.
Ada sebagian weton yang diyakini membawa restu alam semesta, seolah bumi, langit, dan angin bersatu untuk menjaga langkahnya.
Mereka yang lahir di bawah weton ini disebut memiliki aura kemakmuran. Bukan hanya kaya dalam harta, tapi juga dalam kebijaksanaan, cinta, dan kasih yang tidak pernah kering.
Hidup mereka jarang kekurangan, karena ketika satu pintu tertutup, sepuluh pintu lain terbuka tanpa disangka.
Semesta menyertai, menjaga, bahkan menuntun mereka melalui setiap perjalanan hidup.
Dilansir dari Panggilan Leluhur, inilah sembilan weton yang disebut mulyo tanpo tanding, mereka yang hidupnya penuh berkah, tak tertandingi dalam keberuntungan dan kemuliaan nasibnya.
1. Weton Jumat Legi
Jumat Legi dikenal sebagai salah satu weton paling damai dan penuh berkah dalam primbon Jawa.
Mereka yang lahir di hari ini memiliki aura lembut yang menenangkan siapa pun di sekitarnya.
Wajah mereka sering memancarkan keteduhan, dan tutur katanya menentramkan hati.
Orang-orang dengan weton ini cenderung disenangi tanpa perlu berusaha, seolah alam semesta memang menempatkan mereka untuk membawa kedamaian bagi lingkungan.
Energi Jumat Legi bersumber dari kombinasi hari Jumat yang dipenuhi kasih sayang dan pasaran Legi yang melambangkan kelembutan.
Karena itulah, pemilik weton ini sering memiliki rezeki yang mengalir dari kebaikan hatinya.
Mereka tidak mengejar kekayaan, tapi semesta justru memberikan kelimpahan.
