Ilustrasi sepasang kekasih yang sedang menikah. (Freepik)
JawaPos.com – Pernikahan adalah simpul yang mengikat dua insan dalam cinta, tanggung jawab, dan harapan.
Di berbagai budaya, termasuk tradisi Jawa, ada usaha memastikan simpul itu kuat. Salah satunya melalui kecocokan berdasarkan weton, kombinasi hari lahir dan pasaran.
Tapi, benarkah pasangan yang cocok secara weton lebih langgeng dan bahagia? Mari kita dalami antara mitos yang menyenangkan atau fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.
Apa Itu Weton, dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
Weton adalah perpaduan antara hari dalam seminggu (Minggu–Sabtu) dan pasaran lima harian (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
Masing-masing hari dan pasaran memiliki nilai numerik yang disebut neptu sehingga seseorang yang lahir pada hari dan pasaran tertentu bisa dihitung nilainya.
Plotuzing menjelaskan Senin bernilai 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jum’at 6, Sabtu 9, dan Minggu 5.
Sedangkan, pasaran seperti Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), dan Kliwon (8).
Dari situ, neptu hari lahir dan pasaran dijumlahkan, lalu digunakan untuk mengkategorikan pasangan berdasarkan sisa hasil bagi tiga.
Jika hasilnya 1 berarti kurang baik, 2 disebut ‘kemakmuran’, dan 0 justru diperingatkan ‘bermasalah’.
Namun ini hanyalah informasi tradisional dan bukan kebenaran mutlak.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
