Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 19.59 WIB

6 Efek Samping Terlalu Banyak Konsumsi Protein, Salah Satunya Bau Mulut

ilustrasi makanan protein. (freepik) - Image

ilustrasi makanan protein. (freepik)

JawaPos.com – Mencapai tingkat kebugaran optimal bergantung pada asupan protein yang memadai, menjadikannya aspek krusial dalam perjalanan kebugaran yang sukses.

Seiring upaya individu untuk mencapai peningkatan kesehatan fisik yang signifikan, pentingnya konsumsi protein yang cukup menjadi semakin jelas.

Meski begitu, banyak orang tidak menyadari potensi risiko yang terkait dengan konsumsi protein yang berlebihan.

Kurangnya kesadaran ini dapat menyebabkan konsumsi berlebihan yang tidak disengaja, yang dapat berdampak negatif bagi tubuh.

Dilansir English jagran, berikut enam efek samping yang jarang diketahui dari mengonsumsi terlalu banyak protein.

  1. Kerusakan ginjal

Pola makan tinggi protein dapat memperparah kerusakan ginjal, terutama pada individu dengan penyakit ginjal bawaan.

Kelebihan nitrogen dalam asam amino protein memaksa ginjal yang tidak berfungsi dengan baik untuk bekerja lebih keras, membuang produk limbah dan kelebihan ini semakin membahayakan kesehatan ginjal.

  1. Dehidrasi

Peningkatan asupan protein dapat menyebabkan dehidrasi karena kelebihan nitrogen akan terbuang bersama cairan dan air.

Bahkan tanpa merasa haus, tingkat hidrasi dapat menurun. Untuk meminimalkan risiko ini, penting minum banyak air putih sepanjang hari, terutama bagi individu yang aktif.

  1. Bau mulut

Mengonsumsi protein berlebihan, terutama saat menjalani diet ketat dapat menyebabkan bau mulut akibat ketosis.

Namun, meningkatkan asupan air, menyikat gigi secara teratur, dan mengunyah permen karet dapat mengatasi masalah ini.

  1. Risiko penyakit jantung

Pola makan tinggi protein seperti daging merah, daging olahan, dan makanan kaya lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Mengonsumsi makanan ini secara teratur dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat, sehingga meningkatkan risiko kardiovaskular.

Pola makan daging merah dan produk susu berlemak bisa menyebabkan penyakit jantung akibat asupan lemak jenuh dan kolesterol yang berlebihan.

  1. Kekurangan nutrisi

Pola makan tinggi protein sering kali kurang mengandung serat pangan, yang menyebabkan sembelit dan masalah kesehatan lainnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore