
Ilustrasi Weton Tulang Wangi yang Dikawal 7 hingga 13 Khodam
JawaPos.com - Dalam khazanah spiritual Nusantara, malam satu Suro selalu dianggap sebagai momentum penting yang sarat dengan energi gaib, getaran batin, serta kekuatan tak kasat mata yang diyakini memengaruhi kehidupan manusia secara nyata.
Tak terkecuali bagi mereka yang tergolong dalam weton tulang wangi, sebuah kategori unik dalam primbon Jawa yang diyakini memiliki sensitivitas tinggi terhadap dimensi lain.
Kanal YouTube Ki Candan Langit mengungkap secara gamblang tentang dahsyatnya fenomena yang dialami pemilik weton tulang wangi saat memasuki bulan Suro, khususnya di malam pertama, yang diyakini sebagai gerbang terbukanya dimensi spiritual secara lebar.
Menurut Ki Candan, ada sebelas weton yang tergolong sebagai tulang wangi. Saat memasuki malam satu Suro, mereka yang memiliki weton ini akan merasakan gejala-gejala fisik maupun batin yang tidak biasa.
Mulai dari rasa pusing, leher berat, punggung nyeri, hingga sulit tidur dan kegelisahan tanpa sebab. Hal ini disebabkan oleh terserapnya energi mereka oleh kekuatan alam dan getaran dimensi gaib yang sedang menguat luar biasa.
Fenomena ini, jelas Ki Candan, terjadi karena weton tulang wangi memang memiliki magnet batin yang kuat terhadap dunia spiritual.
Ketika gerbang energi alam terbuka di bulan suro, kekuatan gaib pun tertarik kepada mereka. Bagi yang tidak mampu mengendalikan energi ini, dampaknya bisa fatal, mulai dari gangguan fisik, serangan energi negatif, bahkan terseret ke wilayah dimensi halus secara tak sadar.
Ki Candan juga mengingatkan bahwa malam satu Suro bukan sekadar malam biasa. Secara tradisi, bulan ini menjadi waktu yang digunakan oleh para leluhur, kerajaan, dan praktisi spiritual untuk melakukan tirakat, lelaku, dan berbagai ritual kebatinan demi menguatkan perlindungan diri dan mewujudkan cita-cita.
Maka dari itu, mereka yang memiliki weton tulang wangi disarankan untuk tidak beraktivitas sembarangan menjelang malam tersebut, apalagi keluar rumah tanpa keperluan yang mendesak.
Sebagai langkah perlindungan, Ki Candan memberikan panduan ritual yang dapat dijalankan untuk menetralisasi energi negatif yang mungkin datang:
1. Mandi suci dengan air yang telah dicampur garam kasar, daun kelor, banglet ingo, daun salam, daun pandan, daun sirih, bunga telon, dan air cucian beras.
2. Berdoa dan bermunajat sesuai keyakinan masing-masing agar mendapatkan perlindungan lahir dan batin.
3. Menjauhi tempat keramaian dan aktivitas berat menjelang malam satu Suro.
4. Melakukan tirakat seperti puasa mutih, ngrowot, topo pendem, kungkum, hingga menjadi vegetarian selama beberapa hari, tergantung kemampuan fisik dan spiritual masing-masing.
Menariknya, semua usaha spiritual ini tidak hanya berguna untuk perlindungan, tapi juga dipercaya dapat memperkuat aura, karisma, serta daya spiritual seseorang.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
