Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Mei 2025 | 18.17 WIB

Larangan dan Hari yang Harus Dihindari di Bulan Dzulhijjah Menurut Primbon Jawa

Ilustrasi Bulan Dzulhijjah dalam Primbon Jawa. (Freepik) - Image

Ilustrasi Bulan Dzulhijjah dalam Primbon Jawa. (Freepik)

JawaPos.com - Bulan Dzulhijjah atau yang juga dikenal sebagai bulan besar dalam tradisi Jawa, memang dikenal membawa banyak kebaikan dan keberkahan untuk berbagai urusan hidup.

Namun, di balik segala keistimewaannya, ada pula beberapa larangan dan anjuran yang perlu diperhatikan menurut primbon Jawa. Jika tidak dipatuhi, dipercaya dapat membawa kesialan atau hambatan dalam urusan yang dijalankan.

Salah satu hal penting yang disampaikan oleh kanal youtube yang sering membahas Primbon Jawa, yakni Sabdaning Ratu, adalah tentang larangan melakukan kegiatan penting pada tanggal 25 Dzulhijjah.

Dalam penanggalan masehi tahun 2023, tanggal 25 Dzulhijjah jatuh pada 13 Juli. Hari tersebut dikenal sebagai naas Nabi, hari yang sebaiknya dihindari untuk melaksanakan hajatan besar seperti pernikahan, pindah rumah, mendirikan bangunan, atau kegiatan penting lainnya.

Primbon Jawa percaya bahwa melakukan hajat besar pada hari naas Nabi dapat mengundang hal-hal yang tidak diinginkan, seperti hambatan, kesedihan, bahkan kegagalan. Oleh karena itu, meskipun bulan Dzulhijjah secara umum dianggap sebagai waktu yang baik, tanggal 25 menjadi pengecualian yang sangat penting untuk diperhatikan.

Selain itu, ada juga satu catatan penting lain yang wajib diketahui, yakni jika bulan Dzulhijjah atau bulan besar bertepatan dengan bulan Sunyo, maka segala jenis kegiatan besar sebaiknya dihindari.

Bulan Sunyo sendiri dalam primbon Jawa dianggap sebagai bulan yang kosong secara energi spiritual, sehingga tidak membawa keberkahan bagi kegiatan penting.

Meski demikian, larangan dan anjuran dalam primbon tidak bersifat mutlak. Prinsip yang dianjurkan adalah ambil baiknya, buang buruknya. Artinya, semua kembali kepada niat, kesiapan diri, dan tentu saja doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Jadi, meskipun bulan Dzulhijjah dikenal penuh berkah, kita tetap perlu bijak memilih hari untuk melaksanakan hajat besar. Dengan memahami larangan dan anjuran ini, kita tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga berusaha menyelaraskan hidup dengan siklus waktu yang diyakini membawa energi tersendiri. Semoga setiap langkah kita senantiasa diberkahi dan dilindungi oleh Yang Maha Kuasa. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore