
SEDANG HIT: Croffle dengan beragam topping belakangan menjadi incaran para penggemar jajanan. Rasa gurih berpadu manis pas sebagai teman bersantai. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Croffle atau croissant (yang dicetak) waffle jadi tren sejak pertengahan tahun ini. Menu yang disajikan bersama aneka topping itu relatif mudah dibuat. Tak mahal pula. Pas sebagai hidangan selingan maupun produk jualan.
---
MENDENGAR kata croissant, tentu teringat pastry rapuh berlapis-lapis nan renyah. Pembuatannya dikenal makan waktu lama dan butuh ketelatenan. Sejak pandemi, hidangan asal Austria itu dikemas berbeda. Jika biasanya dipanggang, kini dimatangkan di cetakan wafel. Pembuatannya pun kini bisa diikuti pemula karena memakai danish pastry siap pakai.
’’Karena siap pakai, tinggal dibiarkan sampai suhu ruang dan diolah sesuai keinginan. Lebih praktis dan hemat waktu,’’ kata Rachmah Setyawati. Pemilik Kedai Rachmah itu menjelaskan, danish pastry berbeda dengan puff pastry. Meski mirip, danish pastry memiliki tambahan ragi. Dengan demikian, saat dipanggang, ia bakal mengembang. Renyah, tetapi tetap empuk dan chewy di dalam.
Rachmah memaparkan, kesulitan dalam mengolah croffle ada di tahap mematangkan. Besar api hingga proses menekan bisa memengaruhi hasil akhir. Pertama, api yang digunakan harus kecil. Tujuannya, mendapatkan tekstur renyah dan empuk. ’’Kalau dengan api besar, bagian luarnya gosong, tapi dalamnya kurang matang,’’ imbuhnya. Perempuan yang juga membuka kursus daring itu menjelaskan, proses pematangan membutuhkan sekitar 10 menit.
Croffle pun tak boleh asal ditekan. Apalagi sampai pipih. Hasilnya bakal kering dan cenderung keras saat sudah dingin. ’’Di awal, ditutup, tapi anggang-anggang atau enggak terlalu rapat supaya adonan masih bisa mengembang,’’ kata Rachmah. Adonan yang mengembang dan matang baik ditandai dengan bouncing. Ketika adonan ditekan, ia bakal membal kembali.
Menurut Rachmah, croffle bisa menjadi bisnis sampingan yang menguntungkan. Harga pokok produksinya relatif rendah, dengan harga jual yang sangat beragam. Pembuatannya bisa dilakukan dengan mudah meski tentu ada trik yang harus diperhatikan. ’’Harga pokok produksinya sekitar Rp 5 ribu, bergantung ukuran dan topping yang dipakai,’’ ungkapnya. Berminat membuka bisnis croffle?
Photo
Rachmah Setyawati menunjukkan croffle buatannya. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
TIPS
- Ketika akan menggunakan lembaran danish pastry, keluarkan secukupnya dari wadah. Jika melalui proses beku dan thawing berkali-kali, kualitas adonan bakal terpengaruh.
- Setelah 4–5 kali mencetak, proses bakal berlangsung lebih cepat karena cetakan telah panas. Pastikan cek api sehingga bagian - permukaan tidak terlalu gosong.
- Jika menggunakan keju untuk topping saat dipanggang, tambahkan di tahap akhir ketika adonan telah mengembang. Sehingga, keju tak menggumpal di cetakan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
