
DARI POHON INDUK: Ciri khas durian Alas Pungkruk adalah kulitnya yang tipis. Rasanya manis ditambah sentuhan gurih. (Didin Saputro)
Kawasan lereng Gunung Kelud bak surga durian. Berbagai durian lokal ada di sana. Salah satu yang cukup terkenal adalah durian asal Alas Pungkruk di Desa Puncu, Kecamatan Puncu. Yang unik, varietas itu tak punya nama.
---
LERENG Gunung Kelud bak rumah nan nyaman bagi pohon-pohon durian untuk tumbuh. Tak hanya di wilayah dataran tingginya, di kawasan kaki gunung itu juga banyak ditumbuhi si raja buah.
Begitu banyak durian andalan dari kawasan pegunungan di sisi timur Kabupaten Kediri itu. Terutama di Desa Puncu, Kecamatan Puncu. Beberapa di antaranya berkali-kali menang kontes durian hingga tingkat provinsi. Mulai durian bokor, gapu, hingga sejumlah varietas lain.
Karena itu, kecamatan itu menjadi primadona bagi para pemburu durian. Baik penggemar asli maupun para tengkulak.
Dari berbagai varietas di Desa Puncu, ada satu durian lokal yang sebenarnya sudah lama digandrungi. Namun, durian tersebut tak memiliki nama khusus. ”Durian lokal ini belum ada namanya. Kami biasa menyebut durian lokal puncu,” ujar Kepala Desa Puncu Hengky Dwi Setiawan.
Dia menceritakan, durian itu berasal dari salah satu lahan di kawasan hutan lereng Gunung Kelud yang disebut Durenan. Dinamai demikian karena di sana ada satu pohon induk durian yang sangat besar. ”Sedangkan hutan tempat berdirinya pohon durian indukan itu bernama Alas Pungkruk,” katanya.
Ukuran pohonnya begitu besar. Setara lima rangkulan orang dewasa. Tingginya juga menjulang, mencapai 50 meter.
Pohon satu-satunya itu memiliki sejumlah keunikan dan keunggulan. Salah satunya bentuk durian yang tumbuh. Meski berasal dari satu pohon, durian yang dihasilkan ternyata berbeda. Ada yang lonjong dengan ujung meruncing, ada juga yang bulat.
Ciri khas durian Alas Pungkruk adalah kulitnya yang tipis. Selain itu, jumlah daging buahnya tak berbanding lurus dengan besar kecilnya buah. Para penikmatnya bakal sulit menebak.
Yang membuat durian itu diburu adalah rasanya. Manis legit ditambah sentuhan gurih di gigitan pertama. Dengan daging bertekstur lembut. ”Meski bentuknya berbeda-beda, durian dari pohon ini sangat digemari. Banyak yang ketagihan dan kembali lagi untuk mencari durian ini,” urainya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
