
Ilustrasi seseorang menggigit cabai pedas. (Pixabay)
JawaPos.com - Banyak orang Indonesia yang suka dengan makanan pedas. Mereka malah sering kali menambah sambal setiap kali menyantap makanan. Alasannya untuk menambah selera makan. Akan tetapi, makanan yang terlalu pedas ternyata justru bisa merusak cita rasa makanan itu sendiri. Alhasil, makanan yang terlalu pedas tak bisa dikonsumsi karena menyiksa siapa saja yang memakannya.
Sebagaimana JawaPos.com lansir dari Very Well Health, Sabtu (31/8), reaksi tubuh terhadap makanan pedas bisa bermacam-macam. Salah satunya diare dan gangguan pencernaan. Makanan yang bercita rasa pedas biasanya kaya kandungan rempah-rempah seperti cabe rawit atau lada. Cabai mengandung bahan kuat yang dikenal sebagai capsaicin, yang merupakan iritasi bagi tubuh.
Kulit saja jika terkena cabai bisa membuat tubuh terasa panas atau terbakar. Apalagi ketika melahapnya seolah kamu sudah menelan bola api. Karenanya, tidak mengherankan bahwa capsaicin juga dapat mengiritasi lapisan lambung atau usus. Beberapa orang mungkin dapat mentolerirnya. Namun bagi orang lain yang memiliki usus yang lebih sensitif, hal itu dapat menyebabkan diare.
Ketika kita makan capsaicin, molekul akan menstimulasi sesuatu yang dikenal sebagai reseptor VR1. Ini yang memberi tahu otak kita bahwa ada 'pembakaran' dalam tubuh. Otak mencoba menafsirkan stimulasi ini dan mulai melepaskan penghambat rasa sakit tubuh yang dikenal sebagai endorfin.
Ketika capsaicin mengganggu usus kecil, ia bergerak lebih cepat dari biasanya dan tiba di usus besar. Di sini, prosesnya biasanya melambat, tetapi reseptor-reseptor itu diaktifkan secara berlebihan dan sebagai pertahanan, usus besar mempercepat seluruh proses tersebut. Hal ini tidak memungkinkan usus besar menyerap air dan akhirnya membuat kita lari ke kamar kecil dan diare.
"Dengan kampanye makan #PedasYangBener, pencinta pedas akan menyadari bahwa pedas berlebihan justru bisa merusak selera makan, bukannya menambah selera makan," kata Brand Manager Sambal Dua Belibis, Reggy Milyardi Prabowo baru-baru ini.
Senada, Chef profesional Yuda Bustara mengaku mengerti betul perbedaan selera tiap orang itu berpengaruh pada penilaian orang atas suatu hidangan. Hampir semua orang menyukai rasa pedas, namun tidak semua orang menyukai rasa pedas yang berlebihan.
"Di situlah pentingnya memilih sambal yang tepat yang memiliki rasa pedas yang pas karena semua orang bisa menikmati kadar pedasnya, rasa pedas yang khas karena terasa keaslian rasa pedasnya," kata Chef Yuda.
Dengan kata lain, lanjutnya, rasa pedas yang benar itu memang menjadi bagian penting dalam memasak. Sebab jika terlalu pedas justru akan mengubah rasa.
"Malah seleranya jadi hilang, jadi pahit dan pedas sekali. Alhasil jadi enggak bisa dimakan. Saya sering menemukan YouTuber atau Food Blogger sangat suka makan sangat pedas. Saya yakin itu justru akan mengubah rasa makanan, padahal sejatinya cabai bisa menambah selera makan, originalnya jadi hilang, pahit, dan sakit perut," kata Chef Yuda.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
