
Sate lilit buatan tamu hotel yang sedang dibakar di dekat pantai. (Nurul Adriyana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dalam sebuah survey, ternyata turis Tiongkok mengungkapkan tiga hal favorit mereka di Bali, yaitu berwisata di pantai, menikmati pijat spa, dan tentunya mencicipi uniknya kuliner khas Bali.
Wisatawan Tiongkok ini sangat menyukai aneka kuliner khas Bali yang punya karakteristik dan rasa yang unik. Nah, ada beberapa kuliner Bali yang paling digemari oleh mereka, apa saja itu?
Dilansir dari Indonesia Travel ada lima Kuliner khas Bali yang menjadi pilihan wisatawan Tiongkok.
1. Sate Lilit
Jangan sampai kamu lewatkan hidangan yang satu ini saat berlibur ke Bali, yaitu Sate Lilit. Terbuat dari daging yang dicincang halus dan dililitkan pada batang serai atau bambu.
Nah, proses memanggangnya menggunakan bara api atau arang batok kelapa, yang menghasilkan cita rasa khas dan aroma yang bikin kamu ngiler!
Sate Lilit ini biasanya disajikan dengan nasi putih yang lezat, sambal matah pedas, dan jangan lupa pelengkapnya yaitu sayuran segar. Gimana, udah bisa membayangkan sensasi lezatnya?
2. Nasi Campur Bali
Nasi ini bener-bener beda dari yang lain! Nasi putih yang disajikan dengan berbagai macam lauk-pauk dalam porsi kecil, seperti ayam betutu, sate, tum ayam, lawar, dan jangan lupa, sambal matah buat kamu pencinta masakan pedas. Kombinasi rasa dan tekstur di hidangan ini sungguh menggoyang lidah, lho!
Nasi Campur Bali ini diproses dengan cara tradisional, campuran rempah-rempah Bali yang digunakan memberikan cita rasa khas yang nggak ada duanya!
3. Ayam Betutu
Di urutan ketiga ada Ayam Betutu, Ayam ini dimasak dengan rempah-rempah khas Bali dan dibungkus dengan daun pisang sebelum dipanggang atau direbus. Nah, proses memasaknya berkisar selama 3-4 jam.
Kalau kamu suka yang beraroma harum dan cita rasa yang kaya, Ayam Betutu Panggang adalah pilihan yang tepat. Ayamnya dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang di atas bara api atau arang kayu bakar, menghasilkan aroma yang khas.
Tapi, kalau kamu suka daging ayam yang lembut dan bumbu yang meresap sempurna, Ayam Betutu Rebus adalah jawabannya. Daging ayamnya dimasak dalam panci dengan waktu yang lama, sehingga dagingnya lembut dan bumbunya meresap dengan sempurna.
4. Lawar
Hidangan yang terbuat dari sayuran atau daging yang dicincang halus dan dicampur dengan bumbu rempah khas Bali. Menciptakan rasa gurih, pedas, dan segar sekaligus. Lawar biasanya disajikan dalam keadaan segar dan dingin, awalnya digunakan sebagai hidangan pelengkap dalam upacara keagamaan di Bali.
Tapi, tahu nggak? Sekarang Lawar sudah populer di restoran dan warung makan di Bali, dan nggak cuma itu, juga jadi favorit para wisatawan Tiongkok.
Baca Juga: Pengungsi Kian Bertambah, Bupati Lumajang Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari
5. Babi Guling
Merupakan babi panggang utuh yang dipersiapkan dengan rempah-rempah khas Bali dan dipanggang selama berjam-jam dengan menggunakan arang kayu bakar. Jadilah kulit babi yang renyah dan garing, sementara dagingnya tetap lembut dan memiliki aroma rempah yang menggoda selera.
Babi Guling ini punya cita rasa yang khas dan menjadi terkenal berkat lapisan krispi pada kulit babinya yang jadi ciri khasnya. Gimana, sudah nggak sabar buat mencicipi sensasi gurih dan renyahnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
