
LEBIH CANTIK: Wali Kota Gibran Rakabuming Raka dan KGPAA Mangkunegara X melihat koleksi satwa Solo Safari di hari pertama dibuka untuk umum Jumat (27/1/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
JawaPos.com - Kawasan wisata hiburan dan edukasi satwa Solo Safari telah dibuka untuk umum mulai Jumat (27/1/2023). Namun, jumlah kunjungan wisatawan masih dibatasi lantaran kebun binatang yang baru saja bersolek itu belum beroperasi secara penuh.
Ketua Yayasan Konservasi Margasatwa Indonesia (YKMI) Agus Santoso memastikan masyarakat bisa berwisata ke Solo Safari dengan harga tiket masuk terjangkau bagi warga Solo maupun dari luar kota. Yakni, di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 75 ribu per pengunjung. Meski demikian, pengelola masih membatasi jumlah kunjungan wisatawan.
“Maksimal 2 ribu pengunjung per hari, karena infrastrukturnya belum terlalu siap. Satwanya juga masih adaptasi dan teman-teman (karyawan) yang akan membantu memandu masih dalam proses latihan,” jelas Agus sepeti dikutip Radar Solo usai soft opening.
Pembatasan pengunjung itu dilakukan karena masih ada pekerjaan yang masih perlu diselesaikan. Rencananya pembatasan jumlah pengunjung itu berlaku hingga Juli.
“Di Taman Safari yang lain sehari sekitar 4 ribu pengunjung. Apalagi ini (Solo Safari) setelah ini pasti viral. Makanya kami akan fokus mengurus tamannya dulu, agar pada bulan ini semuanya sudah bagus. Dan satwanya juga sudah beradaptasi,” beber Agus.
Selain itu, tambah Agus, Solo Safari masih membutuhkan revitalisasi tahap kedua. Dalam revitalisasi tahap kedua, manajemen Taman Safari Indonesia (TSI) akan mengupayakan dana Rp 30 miliar atau Rp 5 miliar lebih sedikit dibanding anggaran revitalisasi tahap pertama.
“Di belakang juga masih ada binatang-binatang yang belum dikeluarkan, karena kandangnya belum siap. Jadi sampai Juli kami masih ada penyelesaian-penyelesaian, sebelum pencanangan revitalisasi tahap kedua pada bulan itu. Saat ini ada 87 spesies satwa dan rencananya akan ditambah lagi pada fase kedua,” papar dia.
Sekadar informasi, manajemen Solo Safari membedakan harga tiket masuk berdasarkan usia pengunjung. Pada hari biasa Rp 30 ribu bagi usia 3-6 tahun dan Rp 45 ribu untuk dewasa. Sedangkan pada hari libur, Rp 45 ribu bagi usia 3-6 tahun dan Rp 60 ribu bagi dewasa. Khusus untuk anak usia 0-24 bulan bebas biaya masuk.
“Sejumlah fasilitas Solo Safari masih harus dikebut. Seperti food court dan restoran. Tapi yang jelas sekarang Solo punya satu tambahan destinasi wisata baru. Harapannya banyak warga Solo hingga luar provinsi yang berkunjung ke sini,” kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.
Setelah dibuka antusias masyarakat cukup tinggi. Bahkan, sejumlah pengunjung Solo Safari kecele tak bisa masuku. Momen warga terpaksa balik kanan itu terabadikan di akun Twitter pribadi milik Gibran. Dalam postingan itu Gibran meminta maaf kepada para pengunjung yang kecele itu.
“Maaf ya pak. Datang besok lagi. Soalnya udah over capacity,” tulis Gibran dalam akun Twitter-nya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
