
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama anak gajah yang diberi nama Nona Seroja di Tesso Nilo, Kamis (11/6).
JawaPos.com - Di tengah berbagai tantangan yang masih membayangi upaya konservasi gajah Sumatera, kelahiran seekor anak gajah betina di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menghadirkan harapan baru bagi pelestarian satwa liar di Riau. Anak gajah tersebut diberi nama “Nona Seroja” oleh Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan sebagai simbol optimisme bagi masa depan gajah Sumatera.
Pemberian nama itu menjadi bentuk doa dan harapan, agar populasi gajah Sumatera terus tumbuh dan berkembang di habitat alaminya. Kelahiran Nona Seroja juga dinilai sebagai momentum penting di tengah berbagai upaya penyelamatan satwa liar, serta perlindungan kawasan konservasi di Tesso Nilo.
Irjen Herry Heryawan mengaku merasa tersanjung saat diminta memberikan nama bagi anak gajah tersebut. Ia menyebut, kesempatan itu merupakan kehormatan sekaligus amanah yang penuh makna.
“Sebelum menetapkan nama tersebut, saya juga menyampaikan dan meminta izin kepada Menteri Kehutanan Bapak Raja Juli Antoni. Alhamdulillah beliau berkenan dan menyetujui nama yang kami usulkan,” kata Irjen Herry Heryawan, Kamis (11/6).
Ia menjelaskan, nama Nona Seroja dipilih karena memiliki filosofi yang erat dengan kondisi Tesso Nilo saat ini. Seroja dikenal sebagai bunga yang tumbuh di lumpur keruh, tetapi mampu mekar dengan indah dan bersih di atas permukaan air.
“Nona Seroja melambangkan kemurnian, ketahanan, dan keindahan. Ia menjadi pengingat bahwa di tengah segala kekacauan, alam selalu memberi kesempatan bagi harapan untuk tumbuh dan mekar,” ujarnya.
Menurutnya, kelahiran Nona Seroja menjadi bukti bahwa alam masih memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk memperbaiki dan menjaga kelestarian kawasan konservasi yang menjadi rumah bagi gajah Sumatera.
“Beberapa waktu lalu kita berduka atas berbagai ancaman yang menimpa satwa liar di Tesso Nilo. Hari ini Allah SWT menghadirkan kabar gembira melalui kelahiran Nona Seroja. Ini simbol bahwa harapan untuk menjaga kelestarian Tesso Nilo masih hidup dan harus terus diperjuangkan bersama,” tuturnya.
Irjen Herry menegaskan, menjaga kelestarian gajah Sumatera tidak cukup hanya dengan merawat habitatnya, tetapi juga harus dibarengi penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan satwa liar.
Ia menekankan, Polda Riau akan terus memperkuat perlindungan satwa liar melalui pendekatan Green Policing yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dari keamanan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
