Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Januari 2025 | 15.05 WIB

UMKM Asal Bandung Dapat Sertifikat BPOM-nya AS, Rendang Makin Mendunia

Ilustrasi Rendang termasuk salah satu masakan terlezat di dunia. Sumber foto: (Freepik (@michaelnero),) - Image

Ilustrasi Rendang termasuk salah satu masakan terlezat di dunia. Sumber foto: (Freepik (@michaelnero),)

JawaPos.com - Sebuah kebanggaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM asal Indonesia, bisa mendapatkan pengakuan dari FDA atau BPOM-nya Amerika Serikat (AS). UMKM tersebut adalah Restu Mande, UMKM asal Bandung, yang mengusung kuliner khas Indonesia tampil di ajang World Economic Forum (WEF) 2025 yang digelar di Davos, Swiss.

Pada acara yang berlangsung beberapa waktu lalu, produk unggulan mereka, rendang sapi dan keripik rendang telur, jadi favorit pengunjung di Paviliun Indonesia. Utami Ichda Ramadhanty, Business Development Director Restu Mande menyebut, pihaknya merasa terhormat dengan sambutan hangat dengan usaha kecilnya itu.

Selain menawarkan rasa autentik yang kaya akan bumbu rempah, Restu Mande memiliki keunggulan lain dengan kepemilikan sertifikasi kualitas makanan yang lengkap, bahkan berhasil memenuhi standar dan sertifikasi Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat yang sangat sulit untuk didapat.

Tak hanya itu, ia pun telah mengantongi berbagai sertifikasi mulai dari sertifikasi Halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Good Manufacturing Practice Certified (GMP), dan Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) Certified.

“Dapat sertifikasi FDA itu nggak gampang. Kami harus pastikan semua standar terpenuhi, dari fasilitas produksi sampai uji produk. Sekarang, ada empat produk kami yang sudah sertifikasi FDA, yaitu bumbu rendang, bumbu ayam gulai, teri balado hijau, dan rendang jengkol. Selain bisa masuk ke pasar Amerika, kami bisa juga masuk ke pasar negara lain yang menerima sertifikasi ini seperti Kanada, Selandia Baru, dan Jepang,” ungkap Utami melalui keterangannya.

Sertifikasi lengkap ini jadi bekal utama untuk melakukan ekspansi ke pasar internasional. Saat ini, produk-produk Restu Mande sudah berhasil masuk ke pasar Papua Nugini, Qatar, Australia, dan Singapura.

Perjalanan Utami hingga mampu ada di posisi saat ini tidak selalu mulus. Pandemi Covid-19 jadi tantangan terberat baginya sebab pendapatan rumah makan yang berada di pusat Kota Bandung (Jawa Barat) ini menurun drastis. Namun, dengan memanfaatkan platform pemesanan online seperti Grab, ia mampu untuk perlahan bangkit dan justru tumbuh melejit.

Neneng Goenadi, Country Managing Director, Grab Indonesia, mengatakan dalam kesempatan yang sama, Grab bangga telah menjadi bagian dari perjalanan Restu Mande, dari mendukung digitalisasi bisnis hingga membantu mencapai pertumbuhan bisnis yang signifikan dalam memperluas jangkauan distribusi dan konsumen, sehingga pendapatan menjadi berlipat ganda.

"Keikutsertaan Restu Mande di Paviliun Indonesia adalah bentuk komitmen kami dalam mendorong UMKM asli Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa inovasi lokal mampu bersaing di pasar global," ucap Neneng.

Restu Mande tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi komunitas lokal dengan membuka peluang kerja bagi ibu rumah tangga tanpa meninggalkan peran mereka di rumah, dengan tawaran jam kerja yang fleksibel.

Selain itu, Restu Mande juga bekerja sama dengan petani lokal di sekitar Bandung (Jawa Barat) untuk memastikan bahan baku berkualitas, seperti daging dan rempah-rempah, didapat langsung dari sumbernya. Dengan memutus mata rantai tengkulak dan membeli langsung dari petani, tentu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memastikan kualitas bahan baku tetap terjaga.

Sehingga, keberlanjutan usaha ini tidak hanya demi kesuksesan Restu Mande saja, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Ke depannya, Restu Mande berambisi untuk terus berkembang dan mengenalkan cita rasa Indonesia di kancah global. Usai mengikuti Paviliun Indonesia di Davos, Swiss, mereka tengah mempersiapkan persyaratan untuk sertifikasi EFSA (European Food Safety Authority) demi memperluas pasar ke Eropa.

“Semoga langkah kami bisa memotivasi UMKM lain bahwa produk lokal juga bisa go international,” tutup Utami.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore