
Ilustrasi keindahan alam Ubud.
JawaPos.com–Ubud, Bali, menjadi perwakilan dari Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar 25 Kota Terbaik di Dunia 2023 versi Travel and Leisure. Tak tanggung-tanggung, Ubud berada di posisi empat teratas, di antara Meksiko, Jepang, dan India.
Dilansir dari laman resminya, Selasa (18/7), para responden menyukai Ubud karena suguhan alamnya yang menenangkan dan objek wisata yang menyenangkan, seperti berjalan di atas sawah, menunggangi gajah, bertemu dengan monyet, bermain di air terjun, dan pemandangan hutan pedalaman Bali. Tak heran, Ubud mendapat skor sebanyak 91,73.
Ubud sejatinya bukan sekadar wisata alam saja, melainkan ada banyak objek wisata yang bisa dijujug wisatawan, seperti berikut ini dirangkum oleh JawaPos.com.
Museum Puri Lukisan
Museum Puri Lukisan adalah museum seni pertama di Bali. Didirikan pada 31 Januari 1956 oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, I Gusti Nyoman Lempad, dan seniman asing yang kala itu menetap di Ubud.
Di museum ini, pengunjung akan disuguhkan dengan aneka pameran karya seni rupa maupun lukis. Tak hanya karya seniman lokal, Museum Puri Lukisan juga memajang banyak karya seniman luar negeri, seperti Rudolf Bonnet, Walter Spies, dan Arie Smit.
Puri Agung Ubud
Wisata yang kini lebih sering dipakai untuk ruang pertunjukan ini, konon dulu adalah pusat pemerintahan Kerajaan Ubud.
Di Puri Agung Ubud, akan selalu ada pertunjukan seni tari yang ditampilkan kepada para wisatawan yang hadir. Selain itu, setiap harinya juga diadakan Latihan gamelan dari berbagai kelompok seni musik yang ada di Ubud.
Wenara Wana dan Wenara Petak
Datang ke Wenara Wana pengunjung akan bertemu dengan kawanan monyet, karena di sana memang dikenal sebagai hutan monyet. Menurut keyakinan warga setempat, kawanan monyet itu sudah mendiami hutan tersebut sejak ratusan tahun silam.
Di sana juga ada sebuah pura yang menurut sejarah didirikan pada awal abad ke-20. Selain itu, pengunjung juga dapat menemukan mata air suci di bawah Patung Komodo, yang jika diminum dipercaya dapat mengobati segala jenis penyakit.
Museum Rudana dan Rudana Fine Art Gallery
Berlokasi di Ubud, Bali, museum ini diresmikan Presiden Soeharto pada 26 Desember 1995 silam. Di museum ini, tersimpan lebih dari 400 lukisan dan patung hasil karya seniman lokal dan asing.
Museum Rudana dibangun Nyoman Rudana, seorang kolektor lukisan, yang kemudian menjadikan museum ini sebagai ruang bagi para seniman yang menetap di Ubud untuk menciptakan karya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
