
Sejumlah siswa salah satu sekolah alam memberikan makan hewan saat kunjungan belajar di Taman Agro Edukasi Wisata (AEW) Ragunan, Jakarta, Jumat (22/10/2021). Pemprov DKI Jakarta kembali membuka ruang terbuka hijau (RTH) di masa penerapan pembatasan kegia
JawaPos.com - Sektor periwisata adalah pejuang pemelihara kehidupan. Selain sebagai sarana rekreasi, wisata juga merupakan sarana untuk memelihara warisan budaya dan kesatuan bangsa yang juga memberi lapangan kerja dan mendatangkan devisa bagi kebangkitan ekonomi bangsa. Hal ini dikatakan Hans Manansang, dalam siara pers usai terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) periode 2021-2026.
Hans menyebutkan betapa pentingnya Taman Rekreasi di Indonesia untuk memiliki karakter yang “Ngangeni”. Pengunjung perlu merasa betah, sehingga memperpanjang length of stay mereka di tempat rekreasi tersebut.
“Bahkan, setelah kembali ke rumah mereka akan masih terkenang- terkenang. Hal itu dinilai dapat menaikkan nilai wisata yang tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat,” jelas praktisi dan pengelola taman rekreasi dengan pengalaman lebih dari 20 tahun ini.
Bagi Hans, Tantangan pengelolaan wisata bukan pada persaingan antar Taman Rekreasi Domestik, tetapi bagaimana secara bersama dapat berperan dalam mengisi kalender wisata mancanegara. “Tipsnya, dengan tetap menyadari bagaimana kita mengupayakan wisata yang Ngangeni," urainya.
Hans menegaskan perlunya PUTRI untuk menyusun strategi dan sinergi antar destinasi wisata melalui konsep paket wisata long stay. Dengan berhimpun di PUTRI, para pelaku pengelola Taman Rekreasi dapat menghindari mentalitas kepiting yang saling rebutan dan melemahkan.
"Saya meyakini bahwa wisata bukan zero sum game, semua pihak harus menang”, tegas Hans.
Perancang dan pengembang Jakarta Aquarium dan Safari (JAQS) ini mengatakan, Taman Rekreasi pada dasarnya perlu memenuhi unsur 4E, yakni Edukasi, Estetika, Escapism, dan Entertainment.
Edukasi merupakan proses pembelajaran atau penyerapan informasi baru. Dengan demikian, wisata harus bisa memberikankan peningkatan pemahaman atau wawasan baru kepada pengunjung.
“Estetik artinya mampu menyajikan sebuah tingkat seni yang berhubungan dengan cita rasa keindahan yang dapat menimbulkan efek daya tarik dan kekaguman,” jelas Hans.
Selanjutnya, faktor escapism mampu memberikan dampak rasa relaksasi dan melepas jenuh. Terakhir, entertainment, memberikan rasa senang atau gembira.
“Empat hal ini menjadi key success factors dan sangat berperan untuk menjaga ketertarikan pengunjung serta kelangsungan usaha Taman Rekreasi Indonesia, sehingga industri wisata akan tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” pungkas Hans.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
