Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 September 2021 | 21.18 WIB

Sebagian Aset Jalur KA Madura Sudah Jadi Hunian Warga

Bekas dipo kereta api di Kamal beralih fungsi menjadi hunian. (PUGUH SUJIATMIKA/JAWA POS) - Image

Bekas dipo kereta api di Kamal beralih fungsi menjadi hunian. (PUGUH SUJIATMIKA/JAWA POS)

JawaPos.com - Rencana reaktivasi jalur kereta api Madura berdasar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan menarik perhatian masyarakat. Khususnya, masyarakat Madura. Para era kolonial, kereta api Madura adalah primadona. Sejak 1987, jalur itu mati.

Tidak banyak yang tersisa dari trayek kereta api Madura. Sebagian besar sudah hilang tertimbun tanah atau bangunan. Stasiun-stasiun kereta api di Madura juga hampir seluruhnya telah berganti fungsi.

Kamis (23/9) Jawa Pos menelusuri sisa-sisa jalur kereta api di Pulau Garam. Dulu, ada tiga trayek yang beroperasi pada zaman Hindia-Belanda. Lintas Kamal–Tanah Abang, Telang–Kalianget, dan Kamal–Sukolilo. Ketika itu, perusahaan kereta api di Madura bernama Madoera Stoomtram Maatschappij.

”Dulu, kereta api Madura terhubung dari Pelabuhan Kamal ke Pelabuhan Kalianget di Sumenep,” kata Manajer Komersialisasi Nonangkutan Madura Akyadi.

Kini, stasiun di Pelabuhan Kamal sudah lenyap. Aset yang tersisa hanyalah dipo alias bengkel kereta api.

”Kalau rel, sebagian besar sudah tertimbun tanah dan aspal. Aset KAI yang tersisa di Kamal hanya dipo dan bangunan eks rumah dinas,” ujarnya. Menurut Akyadi, dulu kereta api di Madura difokuskan pada niaga atau angkutan komoditas seperti garam dan sapi.

Terkait rencana reaktivasi kereta api Madura, dia mengatakan, sudah ada kajian dan survei pada Desember 2018 dan Januari 2019. Namun, hasilnya belum diketahui sampai sekarang. ”Apakah lanjut atau tidak? Kami masih menunggu instruksi,” kata Akyadi.

Sebagian masyarakat Madura menyambut baik reaktivasi jalur kereta api. Wacana itu otomatis menumbuhkan harapan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sayangnya, sebagian besar aset PT KAI di Madura sudah beralih tangan. ”Seperti aset di sepanjang jalur Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Sebagian sudah dihuni warga,” ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore