
UNGGULAN: Perintis Durian Garden, Songgon, Harmadi (kiri) bersama Bupati Abdullah Azwar Anas menunjukkan durian ketan yang jadi andalannya. (Ramada Kusuma/Jawa Pos Radar Banyuwangi)
Sebagai salah satu penghasil durian terbesar di Jatim, tak heran jika beragam usaha bertema ”si raja buah’’ ada di Banyuwangi. Salah satunya adalah sentra durian di Songgon.
---
HAMPIR seluruh kecamatan di kabupaten berjuluk Bumi Blambangan itu merupakan penghasil durian. Salah satu yang terbesar berada di Songgon.
Di kecamatan itu, luas lahan yang dipakai untuk budi daya pohon durian mencapai 465 hektare. Lebih dari 4 ribu pohon durian beragam varietas ada di sana. Mulai durian lokal hingga mancanegara.
Seiring perkembangan waktu, beragam inovasi usaha untuk mengenalkan maupun memasarkan si raja buah dilakukan para pegiat durian di kecamatan tersebut. Salah satunya, seperti yang dilakukan Harmadi.
Dia mendirikan sebuah sentra durian di Dusun Bayurejo, Desa Bayu. Namanya Songgon Durian Garden. Wahana yang dirintis sejak 2014 itu mulai dibuka untuk umum pada 2018.
Di tempat tersebut, beragam kegiatan dilakukan pengelolanya. Salah satunya adalah budi daya durian. Ada 130 pohon durian aneka varian yang tumbuh di kebun seluas 1,5 hektare tersebut.
”Selama ini durian yang kami budi dayakan adalah durian hasil kebun kami sendiri. Tidak mengambil dari luar untuk menjamin kualitas durian,” kata Syva, anak Harmadi, yang kini menjadi pengelola wahana itu.
Dari seluruh varietas yang ada di sana, durian lokal sangat mendominasi. Di kebun itu, berbagai varietas asli Banyuwangi ada. Mulai durian merah, durian oranye, hingga durian pelangi.
Selain itu, yang bisa ditemukan di sana adalah durian-durian yang sedang naik daun. Mulai durian kepodang, banteng, biawak, buaya, tringgiling, dan ketan. Nama terakhir bahkan sudah jadi salah satu yang andalan.
Karena hasil budi daya sendiri, harga durian yang ditawarkan di sentra tersebut terbilang cukup terjangkau. Bergantung ukuran buah durian tersebut. ”Selain itu, bisa melihat langsung pohonnya,’’ kata Sylva.
Dia juga memasarkan durian-duriannya di kebun itu. Tak hanya menggunakan metode konvensional, dia juga sudah menerapkan penjualan dengan sistem online. Para pelanggan bisa membelinya secara daring.
Bukan hanya itu, kata Syva, di kebun tersebut dia juga segera merintis usaha pembibitan durian. Ada taman khusus yang disiapkan. Lewat usaha itu, Sylva ingin membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. ”Perputaran ekonominya akan lebih stabil jika ada pembibitan. Tidak harus menunggu panen,” ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
