
ASAL MAGETAN: Durian tawing adalah salah satu varietas lokal dari Jawa Timur yang dikenal memiliki daging buah dengan biji berukuran kecil. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Durian dengan biji mungil alias pongge menjadi salah satu favorit para penggemar si raja buah. Ada sejumlah varietas lokal asal Jatim yang menawarkan sensasi ini.
---
BAGI para penggemar durian, buah yang memiliki biji kecil pada daging buah merupakan sebuah berkah. Sebab, dagingnya lebih tebal dan banyak.
Biji kecil bisa didefinisikan beragam. Ada durian dengan biji kempet atau gepeng. Ada pula durian dengan biji hanya sebesar ujung kuku. Bahkan, ciri itu menjadi salah satu penentu unggul tidaknya sebuah durian.
Sampai-sampai, para penjual durian menjadikan pongge sebagai bahan promosi untuk menawarkan buah mereka.
Hal itu tak salah. Sebab, rata-rata durian unggulan memiliki ukuran biji yang kecil atau gepeng dalam setiap butir buah. Jumlahnya beragam. Ada yang hanya satu dalam tiap juring. Bahkan, pada durian tertentu, nyaris semuanya kecil. Bisa dibayangkan, menikmati durian itu seperti makan selai durian.
Di wilayah Jatim, ada sejumlah durian yang menawarkan sensasi buah dengan biji kecil. Salah satunya adalah durian tawing asal Magetan. Varietas itu memiliki banyak bagian dengan biji kecil. Bahkan, dalam satu juring penuh, bijinya hanya ada seukuran kuku.
’’Sebagian pembeli sampai takjub, kok ada durian seperti ini,’’ ujar Warno, pemilik pohon durian.
Selain itu, ada durian sentul dari Nganjuk. Varietas itu memiliki daging tebal dengan biji keci atau gepeng. Namun, jumlahnya tak sebanyak durian tawing. Ada yang ukuran bijinya normal. ’’Sehingga daging yang aslinya sudah tebal jadi tambah tebal karena bijinya kecil,’’ ujar pemilik pohon, Yuda Setiawan.
Ada pula yang menawarkan sensasi biji mungil, yakni durian keping dari Ponorogo. Varietas ini memiliki pongge gepeng. Menurut pendiri dan Ketua Yayasan Durian Nusantara Mohamad Reza Tirtawinata, ada beberapa faktor yang memengaruhi sebuah durian memiliki pongge kecil atau kempet. ’’Faktornya bisa secara genetik, penyerbukan yang tidak sempurna, atau kondisi parthenocarpy,’’ ujarnya.
Dia menyatakan, agar durian memiliki biji kecil, ada treatment khusus yang membutuhkan proses panjang. ’’Caranya, menambahkan zat pengatur tumbuh agar ukuran bijinya berubah setelah diberi perlakuan. Tapi, tidak ada jaminan selalu berhasil. Faktor penentunya banyak sekali,’’ paparnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
