alexametrics

Pembukaan Destinasi Wisata Didukung Berbagai Kampanye

9 Agustus 2020, 12:46:52 WIB

JawaPos.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyebut sektor jasa akomodasi dan makanan serta minuman termasuk yang paling terdampak pandemi Covid-19. Penyebabnya adalah terhentinya pergerakan manusia karena lebih banyak beraktivitas di rumah. Sejak kebijakan pelonggaran PSBB diberlakukan beberapa pemerintah daerah, perlahan geliat ekonomi nasional mulai bergerak. Contohnya bisa dilihat di Bali.

Untuk itu, Wishnutama berharap kegiatan pariwisata bisa kembali mendorong perekonomian nasional. Namun, dia mengingatkan penerapan protokol kesehatan merupakan syarat wajib.

’’Kami telah menginisiasi kampanye InDOnesia CARE,’’ ungkap Tama, sapaan akrab Wishnutama.

Kampanye itu merupakan strategi komunikasi untuk membangun kepercayaan publik. Juga untuk membuktikan bahwa semua tempat usaha sektor parekraf telah mengutamakan prinsip-prinsip kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan yang lestari.

Meningkatnya kepercayaan masyarakat juga diharapkan bisa turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus transportasi. ’’Ketatnya protokol kesehatan di bandara yang dimiliki PT Angkasa Pura II dapat menopang pertumbuhan sektor transportasi,” jelas President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Jika di dunia pariwisata ada InDOnesia CARE, sektor penerbangan punya kampanye Safe Travel. Awaluddin menyatakan, tujuan utama Safe Travel Campaign itu adalah bandara selalu siap memberikan layanan yang mengedepankan aspek kesehatan di tengah adaptasi kebiasaan baru ini. ’’PT Angkasa Pura II selaku operator bandara dan stakeholder seperti otoritas bandara, maskapai, KKP Kemenkes, balai karantina, dan kantor imigrasi berupaya mewujudkan bandara yang sehat, bandara yang aman, dan bandara yang higienis,” ujarnya.

Awaluddin menambahkan, Safe Travel Campaign yang digelar pada pekan keempat Juli lalu itu nyatanya mampu memberikan dampak positif. Kepercayaan masyarakat meningkat. ’’Awal Agustus jumlah penumpang pesawat mengalami peningkatan,” tuturnya.

Baca juga: Dukung Pariwisata, Menhub Bangun Dua Pelabuhan di Bali

Lebih lanjut, dia memaparkan, pada 1 hingga 5 Agustus jumlah penumpang pesawat di 19 bandara PT Angkasa Pura II tercatat 311.565 orang. Jumlah itu, jika dibandingkan dengan Juli, melesat 46 persen. Pada 1 hingga 5 Juli jumlah penumpang mencapai 212.961 orang.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi menyatakan hal yang sama. Ada kenaikan jumlah penumpang maupun pesawat di bandara di bawah PT Angkasa Pura I. Dia menyadari bahwa sekarang orang sudah ingin bepergian. Namun, mereka masih khawatir dengan penularan Covid-19.

Untuk itu, Safe Travel Campaign menjadi salah satu ajang menunjukkan bagaimana komitmen dunia aviasi mendukung kesehatan pada penerbangan. ’’Tingkat kepercayaan penumpang harus dibangun, tapi ini tidak bisa jalan sendiri,’’ bebernya.

Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi salah satu percontohan. Ketika datang ke Bali, penumpang diharapkan sudah memiliki kesan aman dan sehat. Sebab, bandara tersebut memiliki fasilitas yang menunjang protokol kesehatan. ’’Menurut BPS Bali, perekonomian -10,98 persen jika dibandingkan year on year (YoY). Bali kehilangan 10 juta turis lokal dan 6 juta wisatawan mancanegara,’’ ujarnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/c7/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads