
UNIK: Selain karena warnanya yang unik, durian merah diburu karena rasanya yang khas. Manis legit dipadu gurih tipis. (Boy Slamet/Jawa Pos)
Inilah varietas yang disebut-sebut sebagai salah satu yang paling unik di Jatim. Hanya ada di beberapa daerah. Warnanya yang khas membuat durian ini menjadi buruan.
---
HINGGA kini, tak ada satu pun yang mengetahui dari mana asal pohon durian yang tumbuh di Desa Pandansari, Kecamatan Senduro, Lumajang, ini. Usianya diprediksi lebih dari setengah abad. Tingginya lumayan menjulang, lebih dari 20 meter.
Meski tak ada yang tahu sejarahnya, pohon itu sangat dikenal. Sebab, durian yang dihasilkan begitu unik dan eksotis. Terutama daging buahnya yang berwarna merah delima. Ditambah dengan sedikit putih yang menyembur.
Pemburu si raja buah yang melihatnya bisa langsung dibuat terpesona. Sebab, warna itu jarang ditemui pada durian lain.
Penggiat durian Lumajang Rahmat Saleh menyatakan, bibit pohon tersebut ditanam si pemilik saat masih muda. ”Saat ini pemiliknya sudah berusia 70 tahun. Artinya, pohon itu sudah cukup tua,” jelasnya.
Selain warnanya yang spesial, durian merah asal Lumajang tersebut memiliki keunikan dari segi rasa. Manis legitnya terpadu dengan sedikit gurih. Kulit buahnya juga tipis. Kurang dari 1 sentimeter. Membuatnya tak mudah merekah.
Buah yang dipanen dari pohon tersebut juga lumayan banyak. Satu musim bisa mencapai 600 butir. Karena itu, durian merah berpotensi menjadi salah satu unggulan jika dikembangkan dengan serius.
Rahmat menjelaskan, warna merah yang muncul pada durian sebagian besar disebabkan faktor genetik buah. ”Sehingga turunannya pun bakal memiliki ciri yang sama,” katanya.
Di Lumajang, durian dengan warna merah kini juga mulai ditemukan di kecamatan lain. Misalnya, senja pelangi di Gucialit atau durian kirana pelangi dari Pasrujambe. Warna merahnya juga bervariasi.
Daging buah durian senja pelangi didominasi warna merah dengan sedikit kuning dan jingga. Karena itu pula, varian tersebut mirip pelangi saat senja.
Ukurannya sedang-sedang saja. Beratnya 1 kilogram hingga 1,5 kilogram. Pohonnya baru satu yang berbuah. Usianya masih cukup muda, baru 15 tahun. ”Dalam satu pohon jumlahnya sedikit, tidak sampai 100 buah,” jelas Sali, pemilik pohon.
Sementara itu, durian kirana pelangi memiliki ciri yang hampir sama dengan senja pelangi. Kuning jingga dengan semburat warna merah menyala. Hanya, ukurannya lebih jumbo. Selain di Lumajang, durian berwarna merah ada di Banyuwangi.
---
TAK terasa hampir tiga bulan rubrik Jawa Pos Belah Durian hadir di halaman ini. Selama itu, setiap hari kami menyajikan hasil ekspedisi durian lokal Jawa Timur beserta pernak-perniknya. Bukan hanya berupa artikel, melainkan juga video yang bisa dinikmati di sini. Lewat rubrik ini, kita bisa tahu betapa Jawa Timur memiliki banyak sekali varian durian dengan rasa yang layak diadu.
Besok (5/4), edisi ke-90 akan menjadi penutup. Semoga hasil peliputan kami mampu menjadi referensi untuk pembaca dalam perburuan durian di musim berikutnya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
