
Novel Baswedan. Fedrik Tarigan/Jawa Pos
PIMPINAN KPK yang ideal tak sekadar memiliki kapabilitas untuk menangkap koruptor, tapi juga bisa menjadi garda depan dalam menghadapi serangan. Teror-teror kepada pegawai KPK yang belum terungkap menjadi pekerjaan rumah (PR) saat ini. Berikut obrolan wartawan Jawa Pos Agus Dwi Prasetyo dengan penyidik KPK Novel Baswedan soal kriteria pimpinan yang harusnya melindungi pegawainya.
---
Pimpinan KPK yang ideal itu seperti apa?
Saya sebagai pegawai KPK atau sudah cukup lama di KPK tentu mengharapkan pimpinan yang punya komitmen sungguh-sungguh dan punya perspektif pemberantasan korupsi yang serius. Kemudian, orang yang tidak punya masalah terkait perilaku korup dan masalah integritas.
Tiga hal itu sangat penting kalau kita melihat belakangan. Orang yang berjuang memberantas korupsi di KPK memiliki banyak risiko. Kalau tidak punya komitmen kuat, kira-kira apa yang dia lakukan? Pasti dia akan melakukan hal-hal yang tidak menguntungkan bagi KPK. Secara otomatis merugikan bangsa dan negara, serta masyarakat pada akhirnya.
Teror yang menimpa pegawai, termasuk yang terjadi pada Anda, belum terungkap sampai sekarang. Apa yang seharusnya dilakukan pimpinan KPK agar teror-teror itu tidak terjadi lagi?
Perlindungan sangat penting dan mendasar. Tapi, seperti apa dan seberapa jauh perlindungan itu? Menurut saya, mau dijaga seperti apa pun, tetap saja peluang menjadi korban teror atau serangan bisa terjadi. Yang penting, bila ada pegawai yang diserang, pimpinan KPK mesti bersikap sebagai pemimpin lembaga. Harus bersungguh-sungguh mengungkap itu dengan cara mempertanyakan, mendesak aparatur, dan memublikasikan dengan cukup. Jadi, diharapkan, orang tidak berani lagi menyerang.
Seperti apa kriteria pimpinan yang ideal melindungi pegawainya?
Tentunya tiga hal tadi. Punya komitmen sungguh-sungguh, punya perspektif yang jelas dalam pemberantasan korupsi, tidak punya masalah integritas. Dan, tentunya tidak punya track record yang buruk. Tiga hal itu penting. Tapi, kalau bagaimana memperbaiki KPK untuk menjadi lebih baik, pembenahan tentunya diperlukan. Itu akan bisa berjalan jika tiga hal tadi ada. Kalau tiga syarat itu tidak terpenuhi, saya khawatir yang terjadi kemudian adalah sekadar menjalankan tugas. Bukan yang punya visi yang benar, yang betul-betul menyelesaikan permasalahan, tapi justru menjadi bagian dari masalah itu.
Ancaman yang paling serius bagi KPK itu apa sebenarnya? Bagaimana seharusnya pansel memilih pimpinan yang tepat agar dapat menghadapi ancaman itu?
Ancaman bagi KPK tentu bisa muncul dari luar maupun dalam KPK. Yang pertama, kami khawatir ke depan orang yang berhubungan atau yang bersekongkol dengan koruptor melakukan segala upaya untuk membuat KPK bubar. Atau melemahkan KPK agar tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Inilah yang harus dijaga. Itu bisa dilakukan dengan serangan atau segala upaya dari luar KPK maupun dari dalam.
Karena itu, dalam perspektif sekarang, saya berharap pansel (capim KPK) benar-benar bisa mengantisipasi hal itu. Jangan sampai pimpinan KPK yang kemudian diloloskan adalah orang-orang yang justru punya kepentingan untuk menghancurkan atau melemahkan KPK, atau selama ini berkontribusi membantu para koruptor. Itu nggak boleh terjadi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
