
Menikmati rawon di tengah sawah memberikan sensasi kenikmatan yang berbeda (Darmono/Jawa Pos Radar Malang)
RAWON adalah masakan khas Jawa Timur (Jatim). Bahkan, setiap daerah di provinsi tersebut punya ciri masing-masing. Ada yang menonjol pada warna kuahnya, potongan dagingnya, sampai menu pelengkapnya. Rawon Nguling pun demikian. Rawon Nguling dikenal dengan irisan dagingnya yang besar-besar. Selain itu, pilihan lauk tambahannya cukup beragam.
Dwi Kristiastuti, pakar kuliner Nusantara sekaligus dosen Tata Boga Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menyebut rawon sebagai kuliner warisan nenek moyang.
Tepatnya dari Kerajaan Majapahit. Itu bahkan tertulis pada Prasasti Taji yang ditemukan di Ponorogo.
Dalam prasasti tersebut, ada tulisan yang merujuk pada beberapa menu makanan. Salah satunya adalah rawon. Di sana tertulis sebagai rerawwan. Deskripsinya adalah masakan berkuah hitam dengan aneka rempah dan tentunya keluwek. ”Dulu mungkin masih menggunakan daging hasil buruan,” kata Dwi kepada Jawa Pos pada Desember lalu.
Dia menjelaskan, prasasti yang dikeluarkan sekitar 901 Masehi itu menyinggung kemunculan rawon mula-mula. Sejak lama, setiap daerah memang memiliki ciri khas masing-masing. Sebab, mereka mengembangkan menu tersebut dengan mengadaptasi lingkungan dan kebiasaan sekitarnya. Juga, menyesuaikannya dengan karakteristik rasa setiap wilayah.
Rawon Nguling, menurut Dwi, dikenal istimewa karena potongan dagingnya yang jumbo. Apalagi, ada banyak tambahan lauk yang menambah lezat cita rasa rawon. Sebut saja empal, perkedel kentang, tempe, dan jeroan. Namun, daerah lain belum tentu menghadirkan rawon dengan standar seperti itu. Ada juga rawon yang dagingnya diiris tipis.
Keberadaan rawon di Jatim tidak terlepas dari melimpahnya keluwek di wilayah tersebut. Pengolahan keluwek sebagai bumbu masakan pun berbeda-beda. Meski sama-sama berada di Pulau Jawa, penampakan keluwek di Jatim dan Jogjakarta akan berbeda. ”Bumbu ini banyak juga di luar Jatim. Hanya penggunaannya yang beda. Di sini keluwek diperam sampai hitam dan berminyak dulu,” terang Dwi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022