
Sate lilit buatan tamu hotel yang sedang dibakar di dekat pantai. (Nurul Adriyana/JawaPos.com)
DARI sisi sejarah, sate lilit adalah makanan tradisional Bali. Latifahtur Rahmah, pengajar di Akademi Kuliner dan Patiseri Ottimmo International Surabaya, menjelaskan bahwa pada awal kemunculannya, sate lilit terbuat dari daging babi cincang atau daging ikan cincang. Tapi, seiring berjalannya waktu, sate lilit pun bisa terbuat dari daging ayam.
”Nah, daging yang dicincang ini tadi dicampurkan dengan parutan kelapa, santan kental, dan berbagai bumbu lain,” ungkap Ifa –panggilan akrab Latifahtur– kepada Jawa Pos.
Setelah bahan-bahan itu tercampur, langkah selanjutnya adalah melilitkannya pada tusukan bambu. Bisa juga pegangan satenya terbuat dari tebu atau batang serai. Daging yang sudah menempel pada tusuknya itu lantas dibakar di atas arang.
Sate lilit hampir selalu mendominasi menu sajian dalam hajatan masyarakat Bali. Mulai acara budaya sampai keagamaan.
Tentang kekhasan itu, Ifa menyinggung filosofi sate lilit. Bagi masyarakat Bali, sate lilit adalah simbol pemersatu. Kata lilit dalam bahasa Bali berarti mengelilingi atau membungkus. Daging yang dililitkan pada tusukan bambu atau batang tebu dan batang serai itu melambangkan masyarakat Bali yang berpegang teguh pada persatuan.
Sate lilit melibatkan pembakaran sebelum disajikan. Daging yang dicincang dan diimbuhi bumbu serta kelapa itu tidak hancur saat dibakar. Justru semakin erat mencengkeram pada tusukannya. Filosofi yang sama dipegang masyarakat Bali. Kendati banyak cobaan dan tantangan, masyarakat Bali tidak mudah tercerai-berai.
Hal lain yang menarik dari sate lilit adalah cara memasaknya. Pembakaran sate lilit, dalam hajatan, biasanya melibatkan banyak orang. ”Jadi, pas manggang sate lilit ini udah kayak kegiatan sosial masyarakat. Lewat kegiatan ini, masyarakat Bali bisa berkomunikasi tanpa adanya batasan kasta atau status Bali mereka,” ujar Ifa.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
