
WILLIAM WONGSO, Pakar Kuliner (DOK JAWA POS)
BAGI pakar kuliner William Wirjaatmadja Wongso, Bakmi Gajah Mada alias Bakmi GM punya cita rasa yang khas. Mi yang dihidangkan berjenis mi telur. ”Saya yakin minya dibuat dengan 100 persen telur, tidak pakai air,” kata William.
Karena mi telurnya dibuat tanpa air, rasanya berbeda. Takaran pembuatannya, 1 kilogram tepung dicampur dengan delapan sampai sepuluh butir telur. Lalu, pembuatannya sama dengan mi pada umumnya. Namun, kata William, proses press roll atau pembentukan lembaran dan pemipihan dilakukan berulang-ulang sampai kalis.
Tekstur Bakmi GM berbeda dengan bakmi lainnya. Biasanya, bakmi lain memakai campuran bahan seperti sagu atau bahan lainnya. Campuran itulah yang membedakan keduanya. Teknis penggilingannya juga berbeda. Karena itulah, muncul sebutan bakmi alot dan bakmi karet.
Selain mi, Bakmi GM menyediakan menu andalan berupa pangsit goreng. Menurut dia, pangsit gorengnya juga berbeda dengan lainnya. Kulit pangsit goreng Bakmi GM mengandung banyak telur sehingga kering, tetapi lembut. Berbeda dengan pangsit goreng lain yang tidak menggunakan telur atau campuran telurnya hanya sedikit. Jadi, kandungan telur itu yang sangat membedakan pangsit goreng Bakmi GM dengan yang lain.
Karena bahan yang digunakan berbeda, Bakmi GM memiliki cita rasa khas. Rasanya gurih. Bahkan, bakmi tersebut akan tetap lezat tanpa dicampuri bahan lain. Tanpa dicampuri potongan ayam, Bakmi GM bakal tetap bisa menggoyang lidah pelanggannya. ”Dikasih kecap saja sudah enak. Tidak dikasih ayam masih tetap enak karena minya memang sudah enak,” tutur William.
William mengakui, menjaga resep dan cita rasa bakmi tidaklah mudah. Pemilik harus betul-betul menjaga resep yang turun-temurun. Selama ini Bakmi GM sangat menjaga dan konsisten menggunakan resep warisan keluarga. Bisnis Bakmi GM dijalankan keluarga sehingga tetap terjaga.
Jadi, lanjut William, tantangan bisnis kuliner adalah menjaga cita rasa masakan. Jika cita rasanya berubah, pelanggan bisa langsung merasakannya. Saat ini Bakmi GM sudah mulai diurus generasi ketiga.
Bakmi memang makanan yang berasal dari Tiongkok. Namun, makanan itu sudah mengalami perubahan sesuai dengan selera masyarakat Nusantara. Bakmi di Tiongkok memakai daging babi, sedangkan di Indonesia menggunakan ayam.
LEGENDARIS: Menu favorit spesial mik goreng, mi pangsit goreng, dan nasi goreng. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
WILLIAM WONGSO, Pakar Kuliner
(DOK JAWA POS)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
