Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 November 2025 | 16.30 WIB

Penambangan Ilegal: Ancaman Serius bagi Masyarakat Adat dan Lingkungan

illegalmining.png Penambangan Ilegal di Tanah Adat Kayapó, Brasil. (Marizilda Cruppe/Greenpeace) - Image

illegalmining.png Penambangan Ilegal di Tanah Adat Kayapó, Brasil. (Marizilda Cruppe/Greenpeace)

JawaPos.com - Penambangan ilegal telah menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat, terutama di kawasan yang kaya akan sumber daya alam. Praktik yang dilakukan tanpa izin dan di luar pengawasan hukum ini tidak hanya memicu kerusakan ekologis berskala besar, tetapi juga memunculkan konflik sosial yang mendalam.

Salah satu contoh penambangan ilegal terjadi di Brasil pada 2021. Menurut Mapbiomas, Tanah Adat Kayapó, Munduruku, dan Yanomami menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan area tambang masing-masing seluas 11.542 ha, 4.743 ha, dan 1.556 ha. Kondisi ini menimbulkan penderitaan besar bagi masyarakat adat.

“Apa yang kami derita ini sungguh luar biasa. Saya memikirkan cucu saya dan hewan-hewan. Ada para kepala suku yang menderita, menangis,” ujar Arnaldo Kabá Munduruku, pemimpin Alto Tapajós di Pará, dikutip dari Greenpeace.

Apa itu Penambangan Ilegal?

Dikutip dari WFW, penambangan ilegal merujuk pada kegiatan ekstraksi mineral, logam, atau sumber daya berharga yang dilakukan tanpa izin resmi, di luar regulasi pemerintah, atau melanggar hukum negara sebagaimana dijelaskan dalam UNDOC Response Framework on Illegal Mining. Penambangan ilegal sering terjadi di kawasan lindung atau di tanah pribadi tanpa persetujuan.

Praktik ini berlangsung dalam berbagai bentuk, mulai dari aktivitas kecil hingga operasi besar yang dikelola sindikat terorganisir. Dalam banyak kasus, metode yang digunakan sangat sederhana dan berbahaya, menimbulkan risiko bagi para pekerja, masyarakat sekitar, serta lingkungan.

Dampak Penambangan Illegal bagi Masyarakat Adat

Dalam pernyataannya, Arnaldo Kabá Munduruku menjelaskan bahwa penambangan emas ilegal memicu konflik internal di antara komunitas adat.

“Penambangan emas memecah belah masyarakat. Ada kepala suku yang bertikai dengan kepala suku lainnya. Kami merasa tidak enak karena bertengkar dengan saudara. Merkurinya terlalu banyak, begitu pula malarianya. Separuh wilayah kami telah dirusak oleh penambangan," ujarnya.

"Para penambang emas menggunakan banyak trik, mereka bekerja di malam hari agar tidak tertangkap. Dan orang-orang yang melaporkannya ditandai, mereka dalam bahaya,” sambungnya.

Menurut Greenpeace, di Brasil, praktik penambangan ilegal kerap dibenarkan oleh narasi bahwa aktivitas tersebut dapat mendorong pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, kenyataannya jauh berbeda. Aktivitas ini justru mencerminkan pencurian sumber daya alam yang hanya menguntungkan segelintir individu, sementara masyarakat luas menanggung dampak sosial, lingkungan, dan kesehatan yang berat.

Dampak Lingkungan

Dikutip dari Oxfam Australia, dampak lingkungan akibat penambangan ilegal sangat signifikan. Pembangunan lokasi tambang membutuhkan konstruksi besar-besaran yang menyebabkan deforestasi, hilangnya habitat satwa liar, dan penurunan keanekaragaman hayati.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore