Ilustrasi: Bus DAMRI Singkawang-Pontianak. (Redbus)
JawaPos.com - Mudik Lebaran 2026 menjadi hal yang dipersiapkan jauh-jauh hari oleh banyak orang. Tiket bus untuk rute favorit biasanya cepat habis, dan banyak orang memilih pesan tiket secara online karena lebih praktis. Kamu tinggal buka aplikasi, pilih kursi, bayar, selesai.
Tapi justru karena terasa mudah, banyak yang lengah. Kesalahan kecil saat pesan tiket bus online bisa bikin kamu rugi uang, repot di terminal, bahkan gagal berangkat. Supaya mudik kamu tetap aman dan lancar, ini dia enam kesalahan yang sering terjadi, dan wajib kamu hindari.
Saat musim mudik, penipuan tiket bus marak. Biasanya mereka menawarkan harga jauh di bawah pasaran lewat media sosial atau situs yang tidak jelas. Profilnya terlihat meyakinkan, ada testimoni, bahkan ada 'promo terbatas'.
Setelah kamu transfer, tiket tidak pernah dikirim. Atau lebih parah, e-ticket ternyata tidak terdaftar saat dicek di terminal.
Supaya aman, pesan tiket hanya lewat platform resmi seperti redBus, Traveloka, atau website resmi PO bus terkait. Jangan mudah tergoda harga yang terlalu murah.
Kesalahan ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya besar. Kamu bisa saja salah pilih tanggal, tertukar bulan, atau keliru membaca jam (misalnya jadwal tengah malam yang sebenarnya sudah masuk tanggal berikutnya).
Masalahnya, banyak tiket mudik bersifat non-refundable atau sulit diubah. Begitu pembayaran berhasil, tiket tidak bisa dibatalkan.
Sebelum klik 'bayar', biasakan cek ulang tanggal, jam, rute, dan titik keberangkatan. Jangan terburu-buru hanya karena takut kehabisan kursi.
Beberapa PO bus punya lebih dari satu pool atau titik jemput dalam satu kota. Kalau kamu asal pilih, bisa-bisa datang ke lokasi yang salah dan bus sudah berangkat.
Ini sering terjadi di kota besar yang punya banyak terminal dan agen. Pastikan kamu membaca detail alamat lengkap di e-ticket. Cek juga lokasinya di peta sehari sebelum keberangkatan agar tidak kebingungan di hari H.
Sekarang pembelian tiket bus antarkota wajib mencantumkan NIK sesuai aturan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Kalau nama atau NIK yang kamu masukkan salah, kamu bisa ditolak saat proses boarding.
Jangan asal ketik hanya supaya cepat selesai. Periksa lagi ejaan nama dan angka NIK sebelum menyelesaikan transaksi. Kesalahan satu digit saja bisa jadi masalah.
Semua bus memang terlihat mirip di layar aplikasi. Tapi kenyataannya, fasilitasnya berbeda-beda. Ada yang full AC, ada toilet, ada sleeper seat, ada juga yang standar.
Kalau kamu tidak membaca detailnya, bisa saja ekspektasi kamu terlalu tinggi. Selain itu, tiap operator punya batas bagasi berbeda. Saat mudik, biasanya kamu membawa banyak barang.
Kalau melebihi batas, kamu bisa kena biaya tambahan. Luangkan waktu sebentar untuk membaca deskripsi fasilitas dan ketentuan bagasi. Ini penting supaya kamu tidak kecewa atau keluar biaya ekstra.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
