
enumpang KA Commuterline Dhoho dari Tulungagung ke Malang harus transit dan berganti kereta KA Penataran di Stasiun Blitar. (Radar Tulungagung).
JawaPos.com - Kereta api lokal di Jawa Timur punya cerita sendiri. Meski bukan kereta jarak jauh atau kelas eksekutif, justru layanan inilah yang paling setia menemani aktivitas harian warga.
Dari pekerja pabrik, mahasiswa, pedagang, sampai pelancong spontan yang ingin jalan-jalan murah, kereta lokal, atau kini dikenal sebagai KA Commuter Line Wilayah 8 Surabaya, nyaris tak pernah sepi, bahkan di hari kerja.
Dioperasikan oleh KAI Commuter, layanan ini menjadi tulang punggung mobilitas di kota-kota besar hingga kawasan penyangga Jawa Timur. Rutenya relatif stabil hingga 2026, dengan tarif terjangkau dan jadwal yang menyesuaikan ritme aktivitas masyarakat.
Berikut lima kereta lokal di Jawa Timur yang dikenal selalu ramai penumpang, lengkap dengan karakter unik masing-masing.
1. KA Dhoho–Penataran, Favorit Rute Melingkar Jawa Timur
Jika ada kereta lokal yang bisa disebut “legenda hidup”, KA Dhoho–Penataran adalah jawabannya. Kereta ini melayani rute melingkar Surabaya Kota – Mojokerto – Blitar – Malang – Surabaya Kota, dengan nama berbeda tergantung arah perjalanan.
Hampir setiap hari, gerbongnya dipenuhi penumpang. Mahasiswa dari Malang, pekerja dari Mojokerto, hingga warga Blitar yang hendak ke Surabaya memanfaatkan rute panjang ini.
Selain fungsional, perjalanan KA Dhoho–Penataran juga menawarkan pemandangan sawah, pegunungan, hingga kota-kota kecil yang jarang disentuh kereta jarak jauh.
2. KA Jenggala, Andalan Komuter Sidoarjo–Mojokerto
Untuk wilayah industri dan kawasan penyangga Surabaya, KA Jenggala punya peran vital. Kereta ini melayani rute Sidoarjo – Mojokerto PP serta Surabaya Kota – Mojokerto PP.
Penumpangnya didominasi pekerja harian dan pelajar. Pada jam berangkat dan pulang kerja, suasana di dalam kereta terasa hidup, obrolan ringan, penumpang berdiri, hingga pedagang kecil yang sudah akrab dengan rutinitas komuter. Tak heran jika KA Jenggala hampir selalu penuh, meski hanya melayani rute pendek.
3. KA Pandanwangi, Nadi Transportasi Tapal Kuda
Di wilayah timur Jawa Timur, KA Pandanwangi menjadi urat nadi transportasi masyarakat Tapal Kuda. Kereta ini menghubungkan Jember – Ketapang (Banyuwangi) PP, melintasi daerah pesisir dan perkebunan.
KA Pandanwangi ramai bukan hanya karena kebutuhan kerja, tetapi juga aktivitas sosial dan ekonomi. Banyak penumpang membawa barang, hasil kebun, atau sekadar bepergian antar-kabupaten.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
