
Danau Singkarak berubah drastis setelah banjir bandang, tertutup kayu gelondongan, dampak besar bagi pariwisata. (Instagram @nabilllntn)
JawaPos.com - Danau Singkarak yang dulu dikenal dengan panorama biru tenangnya, kini berubah drastis menjadi hamparan gelondongan kayu setelah banjir bandang (galodo) besar melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Ikon wisata yang selama ini menjadi kebanggaan daerah itu kini tampak kelabu, tertutup material kayu yang memenuhi permukaan air. Kayu-kayu gelondongan tersebut terseret dari titik-titik galodo di wilayah Solok dan bermuara di kawasan Nagari Muaro Pingai.
Berdasarkan foto udara yang beredar di media sosial, Senin (1/12) lalu, permukaan Danau Singkarak terlihat dipenuhi material kayu dalam bentangan luas, hingga menutup sebagian besar area danau.
Material ini merupakan sisa-sisa sapuan banjir bandang yang terjadi berhari-hari, mengikuti aliran sungai sebelum akhirnya berhenti di Singkarak. Akumulasi kayu yang terbawa arus membuat danau yang selama ini menjadi destinasi wisata favorit kini kehilangan pesonanya.
Selama bertahun-tahun, Danau Singkarak terkenal berkat pemandangan indah, udara segar, serta suasana yang menenangkan. Tempat ini juga populer karena keberadaan ikan bilih, spesies khas yang hanya hidup di Singkarak, dan menjadi ikon kuliner daerah.
Wisatawan biasanya menikmati perjalanan perahu ke tengah danau atau memancing bersama warga, dengan akses sekitar empat jam perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau.
Namun kini, wajah Singkarak berubah total. Tumpukan kayu gelondongan yang mengambang pascabencana galodo membuat danau ini tampak muram, jauh dari citra elok yang selama ini melekat. Keindahannya tertutup oleh dampak bencana, meninggalkan pekerjaan besar bagi pemerintah dan masyarakat untuk memulihkannya.
"Sungguh memprihatinkan, sampah yang terdiri dari kayu, sampah plastik, dan sampah rumah tangga mengapung di atas Danau Singkarak," tulis pengunggah foto di Instagram @nabilllntn, Rabu (3/12).
"Kalau sudah seperti ini, bagaimana ya cara membersihkan sampah yang jumlahnya sangat besar ini?" tanyanya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
