Menyusuri sungai dan pengalaman menaiki balon udara merupakan beberapa aktivitas yang menjadi daya tarik Vang Vieng, Laos (Dok. Bafageh Tour and Travel)
JawaPos.com - Vang Vieng, sebuah kota kecil di Laos yang dulunya hanyalah desa sederhana di tepi Sungai Nam Song, kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata populer di Asia Tenggara. Dilansir dari Bafageh Tour and Travel, desa ini pertama kali didirikan oleh komunitas penggembala pada abad ke-14.
Namun, perkembangan signifikan terjadi pada 1964, ketika sebuah jembatan yang menghubungkan Vientiane dengan Luang Prabang dibangun di dekat Vang Vieng. Sejak saat itu, kota ini menjadi titik transit penting sekaligus mengalami pertumbuhan ekonomi.
Memasuki era 1990-an, Vang Vieng mulai dikenal luas di kalangan backpacker. Keindahan sungai yang membelah kota, panorama pegunungan karst, serta keberadaan gua-gua alami menjadi daya tarik utama. Aktivitas seperti tubing, hiking, hingga menjelajahi gua pun kian populer di kalangan wisatawan muda.
Namun, popularitas ini sempat berimbas negatif. Pada awal 2010-an, Vang Vieng mendapat reputasi buruk sebagai pusat pesta yang tak terkendali. Aktivitas tubing yang berlebihan dan konsumsi alkohol di luar batas memicu kecelakaan hingga membahayakan wisatawan.
Menyadari hal itu, pemerintah Laos kemudian memperketat aturan dan meningkatkan standar keamanan wisata. Kini, Vang Vieng kembali menjadi salah satu destinasi populer di kalangan lokal maupun internasional karena daya tarik alamnya, mulai dari sungai-sungai yang indah, laguna yang biru, hingga gua-gua yang memukau.
Menyusuri Sungai Nam Song
Sungai Nam Song menjadi pusat kehidupan sekaligus ikon wisata Vang Vieng. Dikutip dari Backpacker Adventure, ada dua aktivitas utama yang bisa dinikmati di sungai ini.
Pertama, tubing, yakni berlayar santai menggunakan ban besar menyusuri aliran sungai sambil menikmati panorama karst yang menjulang. Waktu tempuhnya berkisar 3-5 jam, dan jasa penyewaan ban banyak tersedia di kota.
Beberapa bar juga masih beroperasi di sepanjang jalur tubing, namun wisatawan yang tak tertarik berpesta tetap bisa menikmati perjalanan dengan tenang.
Kedua, wisatawan bisa memilih berkayak. Sebagian besar tur dimulai dari Desa Khmu, sekitar 10 km di utara kota. Dari titik ini, para pengunjung akan mengayuh menyusuri Nam Song dengan arus yang cukup bersahabat, menjadikan wisatawan bergerak lebih aktif dibanding tubing.
Pengalaman Menaiki Balon Udara
Salah satu pengalaman tak terlupakan di Vang Vieng adalah naik balon udara. Dalam penerbangan berdurasi sekitar 30 menit, wisatawan bisa mengabadikan panorama pagoda emas, cahaya matahari pagi atau senja, serta hamparan awan yang menawan.
Waktu terbaik untuk terbang adalah pukul 05.30 pagi atau 16.30 sore, ketika cahaya dan bayangan menciptakan suasana yang dramatis. Menurut wisatawan, biaya untuk menikmati pengalaman ini memang cukup mahal, tetapi sepadan dengan keindahan yang didapatkan.
Paul W menuliskan, "Naik balon udara menjelang musim hujan sungguh indah. Kami diangkut dari hotel ke lokasi, lalu melihat persiapan enam balon. Dalam hitungan menit, kami melayang cepat ke ketinggian. Pendaratan pun rapi, dan kami dibawa pulang dengan baik. Sangat direkomendasikan, memang mahal, tapi sepadan!" tulisnya di laman Tripadvisor.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
