
LEGENDARIS: Bakso Solo Pak Man eksis sejak 53 tahun lalu.
JawaPos.com – Malang selain terkenal dengan wisatanya bisa dikatakan sebagai gudangnya kuliner enak. Beragam jenis makanan yang dijajakan selalu mampu menggoyang lidah penikmatnya.
Satu lagi ikon khas Malang yang sudah tersohor. Apalagi jika bukan baksonya. Salah satu kuliner bakso yang cukup terkenal di Kota Malang adalah Bakso Solo Pak Man.
Jangan dibayangkan, bakso yang selalu ramai dikunjungi pembeli ini berada di tempat mewah.
Alih-alih berada di lokasi mewah, saat ini, bakso Pak Man berada di salah satu stand yang ada di Malang Night Market, Jalan Kyai Tamim, Kota Malang, Jawa Timur.
Meskipun berada di stand sederhana, namun penikmat bakso dengan kuah gurih ini tidak pernah sepi.
Bakso ini didirikan oleh Paiman, laki-laki asal Solo, sejak 1965 lalu. Artinya, sudah 53 tahun bakso ini masih tetap eksis.
Sejak beberapa tahun lalu, estafet usaha kuliner legendaris ini diteruskan oleh Trianto, 38, anak dari Paiman. Trianto merupakan generasi kedua penerus usaha.
"Bapak sudah sepuh, tapi beberapa kali masih sering ke sini," kata dia, kepada JawaPos.com, di stand sederhananya, Sabtu (4/3).
Trianto menjelaskan, sejak awal berdiri, saat masih dipikul dan dijajakan keliling kampung, hingga hari ini, resep bakso ini tidak pernah berubah sedikit pun. Bahkan, ketika sudah di bawah pengolahan Trianto. Dia enggan mengubah resep.
Alasannya, Trianto ingin mempertahankan keaslian rasa bakso yang sudah melegenda lebih dari setengah abad itu.
Dia membeberkan, bukan hanya bahan dan bumbunya saja yang tidak diubah. Bahkan, cara memasak juga tetap dipertahankan.
"Kami masih menggunakan arang untuk memanaskan kuah bakso. Jadi aroma dan rasanya tidak berubah. Itu yang disukai pelanggan," imbuhnya.
Kenikmatan bakso ini bukan hanya isapan jempol belaka. Bakso yang berasal dari gilingan daging dengan rasa gurih dan berbumbu dan beraroma bawang memikat, disiram dengan kuah gurih berasal dari kaldu sapi.
Tidak cukup di sana, semakin nikmat dengan taburan bawang merah goreng asli, bukan campuran seperti bakso kebanyakan. Aroma kuah semakin menggoda ketika ditaburkan dengan irisan seledri dan daun bawang.
Harganya cukup murah, Rp 2.500 untuk bakso kasar dan halus ukuran kecil serta tahu dan Rp 5.000 untuk bakso besar. Pembeli dapat menyantap dengan mihun beras yang diberikan percuma.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
