
Upacara adat Bekakak, di Ambarketawang, Gamping, Sleman yang selalu ramai penonton.
Jawapos.com - Upacara adat bekakak digelar di Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, pada Jumat (3/11) sore. Selain sepasang boneka pengantin yang disembelih, turut pula Ogoh-ogoh berbentuk genderuwo, landak, burung merpati, dan burung puyuh yang mengiringi kirab.
Menurut Kepala Desa Ambarketawang Sunaryanto, makna acara itu lebih pada menjalin silaturahmi masyarakatnya. ''Pengorbanan masyarakat untuk partisipasinya dalam menjalankan tradisi,'' kata Sunaryanto kepada JawaPos.com saat acara.
Prosesi upacara adat itu menghabiskan dana sekitar Rp 70 juta. Semua itu, menurut Sunaryanto, bukan bantuan pemerintah. Melainkan dari kesadaran masyarakatnya. ''Ini swadaya murni dari masyarakat,'' tutur Sunaryanto.
Bekakak, tontonan rakyat yang digelar setiap tahun, merupakan upacara untuk mengenang dipindahkannya Keraton Yogyakarta di Ambarketawang menuju ke tempat yang ada saat ini. Lokasi Keraton kala zaman Sultan Hamengku Buwono Iberada di daerah Gunung Gamping, Ambarketawang pada 1755-1766.
Sunaryanto menjelaskan, peserta kirab sebanyak 41 rombongan warga setempat dan dari masyarakat luar Ambarketawang. Dari setiap ogoh-ogoh maupun boneka bekakaknya yang dikirab sepanjang lima kilometer itu memiliki arti masing-masing.
Dua boneka bekakak dengan ukuran tinggi sekitar 50 sentimeter dibuat dari beras ketan. Di dalam boneka diisi air juruh (gula merah). Hal itu menggambarkan abdi dalem Keraton, Kyai Wirasuta dan Nyai Wirasuta.
Dua abdi dalem itu, memilih untuk tinggal di Keraton yang lama setelah dipindahkan. Mereka berdua menjadi korban ketika Gunung Gamping terjadi longsoran. ''Beserta hewan klangenannya (kesayangannya), landak, merpati dan burung puyuh,'' rinci Sunaryanto.
Dari cerita masyarakat setempat, setiap Sapar tanggal 15 diperingati upacara bekakak. ''Kedua patung bekakak itu disembelih di dekat Gunung Gambing,'' lanjut Sunaryanto.
Salah satu warga dari Godean, Sleman, Ami, 43, mengungkapkan, kirab budaya seperti itu merupakan hiburan buat masyatakat. ''Ini tontonan rakyat,'' kata dengan semringah.
Meski digelar setiap tahun, tetap saja selalu memikat bagi masyarakat untuk dilihat. Saking banyaknya penonton, arus kendaraan di jalan utama Yogyakarta-Wates harus dialihkan oleh petugas.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
