
Desa Penglipuran, Bali
JawaPos.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) merespon dan siap mendukung rekomendasi dari pembahasan United Nation World Tourism Organization (UNWTO) 2017 di Madrid, Kamis (23/2/2017).
Dalam pembahasan International Years of Suistinable Tourism for Development itu, dihasilkan empat butir rekomendasi. Pertama peningkatan kesadaran dan advokasi. Kedua, penciptaan, pengetahuan dan diseminasi. Ketiga, pembuatan kebijakan. Keempat, peningkatan kapasitas dan peningkatan pendidikan.
"Terima kasih atas masukannya. Ini akan menambah convidence kami dalam mengimplementasikan program seperti yang sedang dilakukan untuk 10 destinasi unggulan atau "10 Bali Baru." Ada tiga unggulan yang sedang dikerjakan Kemenpar RI saat ini, digital tourism, homestay, dan konektivitas udara," Kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menanggapi rekomendasi hasil pertemuan UNWTO di Madrid itu.
Sepuluh Bali Baru tersebut Yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Joglosemar), Bromo Tengger Semeru (Jatim), Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).
Konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan juga sudah digiring pada pembenahan masyarakat yang sadar wisata seperti Pengembangan Desa Panglipuran di Bali. Ada sekitar 200 rumah bergaya tradisional di desa ini yang sangat bersih, indah dan masih terjaga kehidupan tradisionalnya. Infrastrukturnya bagus, berderet rapi di jalanan menanjak, bak ditangani arsitek professional saja. Jalanan dibuat dari batu alam dan banyak tumbuh bunga warna-warni di sekitar desa. Motor dan mobil dilarang masuk ke desa ini kesadaran lingkungan bebas dari polusi udara.
Saking asrinya, Desa Panglipuran yang mendunia layak disejajarkan dengan Desa Giethoorn di Belanda serta Mawlynnong di India. Bahkan desa kebanggaan masyarakat pulau dewata ini telah menyabet beberapa penghargaan yang membanggakan, diantara yaitu, Kalpataru pada tahun 1995, The Travellers Choice Destination 2016 dari TripAdvisor, hingga dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia.
Prospek cerah pariwisata dunia tersebut menjadi acuan dalam menetapkan target pariwisata nasional ke depan. Presiden Jokowi telah menetapkan target pariwisata 2019 harus naik dua kali lipat, yakni; memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8 persen, devisa yang dihasilkan Rp 240 triliun, menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang, jumlah kunjungan wisman 20 juta dan pergerakan wisnus 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia.(*/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
