Penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuterline Jabodetabek di Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Jakarta. Kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line kembali dipadati para pekerja setelah libur lebaran 1445 Hijriah/2024.
JawaPos.com - Bagi warga Surabaya, Sidoarjo, hingga Pasuruan yang mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi harian, nama Commuter Line SUPAS tentu sudah tidak asing. Layanan kereta lokal ekonomi ini menjadi salah satu pilihan perjalanan paling terjangkau di wilayah Gerbangkertosusila, terutama bagi pekerja, pelajar, hingga masyarakat yang rutin bepergian antarkota.
Commuter Line SUPAS sendiri merupakan singkatan dari Surabaya–Pasuruan, dioperasikan oleh KAI Commuter Daop 8 Surabaya. Jalurnya menghubungkan Stasiun Surabaya Kota hingga Stasiun Pasuruan, melewati sejumlah titik penting di Jawa Timur bagian timur.
Dengan tarif flat yang ramah di kantong, kereta ini kerap disebut sebagai solusi perjalanan murah meriah yang konsisten dan relatif tepat waktu.
Menariknya, layanan ini tidak berhenti sampai di Pasuruan. Mulai Maret 2026, Commuter Line SUPAS direncanakan akan diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo. Rencana pengembangan ini dikenal dengan sebutan SUPASPRO dan diharapkan memperluas jangkauan mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Tapal Kuda.
Rute Strategis, Lewati Kawasan Padat Aktivitas
Saat ini, Commuter Line SUPAS melayani rute Surabaya Kota–Pasuruan dengan pemberhentian di sejumlah stasiun strategis. Kereta ini berangkat dari Stasiun Surabaya Kota, lalu singgah di Surabaya Gubeng dan Wonokromo sebelum masuk ke wilayah Sidoarjo dan Pasuruan.
Secara berurutan, stasiun yang dilalui antara lain Waru, Gedangan, Sidoarjo, Tanggulangin, Porong, Bangil, hingga berakhir di Stasiun Pasuruan. Jalur ini dikenal padat karena menghubungkan kawasan industri, permukiman, dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan rute tersebut, SUPAS menjadi pilihan realistis bagi penumpang yang ingin menghindari kemacetan jalan raya, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Tarif Tetap Rp 6.000, Ekonomis untuk Semua Kalangan
Salah satu daya tarik utama Commuter Line SUPAS adalah tarifnya yang sangat terjangkau. Penumpang cukup membayar Rp6.000 untuk sekali perjalanan, tanpa melihat jarak tempuh. Sistem tarif flat ini membuat perencanaan perjalanan menjadi lebih mudah, terutama bagi pengguna rutin.
Untuk rencana perpanjangan hingga Probolinggo, tarif diperkirakan naik menjadi sekitar Rp 8.000. Meski demikian, angka tersebut masih tergolong murah jika dibandingkan dengan moda transportasi lain di rute yang sama.
Armada dan Cara Pembelian Tiket
Dalam operasionalnya, Commuter Line SUPAS menggunakan armada Kereta Rel Diesel (KRD) serta rangkaian kereta ekonomi. Fasilitasnya sederhana namun fungsional, sesuai dengan karakter layanan komuter yang mengutamakan efisiensi.
Tiket dapat dibeli secara online melalui aplikasi Access by KAI mulai H-7 sebelum keberangkatan hingga satu jam sebelum jadwal kereta. Bagi penumpang yang mendadak bepergian, pembelian langsung atau go-show di loket stasiun masih dimungkinkan selama kuota tersedia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
