
Ilustrasi kemacetan di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Perjalanan darat dari Bandung ke Banjar, Jawa Barat, sering jadi pilihan favorit saat musim liburan. Selain karena jaraknya masih relatif terjangkau, rute ini juga menyuguhkan pemandangan alam khas Priangan Timur.
Namun, satu hal yang kerap jadi ujian adalah kemacetan, terutama di jalur-jalur utama yang dilewati pemudik dan wisatawan. Macet panjang di kawasan Garut, Tasikmalaya, hingga perbatasan Ciamis–Banjar bukan cerita baru, khususnya saat akhir pekan panjang atau libur nasional.
Karena itu, mengetahui jalur alternatif bisa menjadi penyelamat waktu, tenaga, dan suasana hati selama perjalanan. Berikut rangkuman lima jalur alternatif Bandung–Banjar yang bisa dipertimbangkan agar perjalanan liburan tetap nyaman.
1. Jalur Selatan via Garut–Tasikmalaya (Rute Klasik, Banyak Pilihan)
Ini adalah jalur paling populer sekaligus paling sering dipilih. Rutenya Bandung–Garut–Tasikmalaya–Banjar. Dari Bandung, pengendara bisa memilih lewat Cijapati–Majalaya atau Rancaekek menuju Garut.
Kelebihan jalur ini adalah kondisi jalan yang relatif baik dan fasilitas penunjang yang lengkap. SPBU, rumah makan, hingga bengkel mudah ditemukan. Namun, saat libur panjang, jalur ini rawan padat, terutama di Limbangan, Malangbong, dan perkotaan Tasikmalaya.
Jalur ini cocok bagi yang ingin perjalanan santai sambil menikmati panorama, tapi sebaiknya berangkat pagi.
2. Jalur Tengah via Sumedang–Ciamis (Alternatif Saat Jalur Selatan Padat)
Jika Jalur Selatan sudah merah di peta navigasi, jalur tengah bisa jadi opsi. Rutenya Bandung–Sumedang–Wado–Malangbong–Ciamis–Banjar.
Meski sama-sama melewati Malangbong, kepadatan di jalur ini sering kali lebih terkendali dibanding via Garut. Jalannya cukup menantang dengan tanjakan dan tikungan, namun pemandangan perbukitan Sumedang menjadi bonus tersendiri.
Pastikan kondisi kendaraan prima karena beberapa ruas minim penerangan saat malam hari.
3. Jalur Rajadesa–Kawali, Lebih Sepi dari Bus dan Truk
Bagi pengguna mobil pribadi yang ingin menghindari kendaraan besar, jalur Banjar–Rajadesa–Bayasari–Jatinagara–Kawali–Tasikmalaya patut dilirik. Jalur ini dikenal relatif sepi dari bus besar dan truk berat. Suasana pedesaan yang tenang membuat perjalanan terasa lebih rileks.
Namun, kondisi jalan bervariasi, terutama setelah hujan. Ada ruas yang sempit dan berlubang, sehingga pengendara perlu ekstra waspada. Jalur ini cocok bagi yang tidak terburu-buru dan ingin menghindari kemacetan ekstrem.
4. Jalur Alternatif dari Cicalengka, Fleksibel ke Selatan atau Tengah

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
