Sejumlah kendaraan melintas di sekitar gerbang tol Pakis pada (17/11). Ruas tol Malang-Pandaan akan diperpanjang hingga Kepanjen, Kabupaten Malang. (Radar Malang)
JawaPos.com - Perjalanan dari Malang ke Blitar sering dianggap sederhana. Jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 79 kilometer, dan bisa ditempuh dalam waktu normal 1,5 hingga 2 jam jika lalu lintas bersahabat.
Namun bagi banyak orang, rute yang dipilih bisa sangat menentukan kenyamanan perjalanan. Ada yang lebih suka jalur cepat dan ramai, ada pula yang sengaja memilih rute tenang dengan pemandangan alam agar perjalanan terasa lebih santai.
Menariknya, rute Malang–Blitar punya banyak pilihan. Mulai dari jalur nasional yang sibuk, jalan alternatif yang sejuk, hingga moda transportasi umum seperti bus dan kereta api yang praktis. Berikut lima jalur favorit penumpang yang kerap dipilih karena dinilai lebih tenang dan nyaman.
Bagi pengendara yang ingin perjalanan stabil tanpa banyak kejutan, jalur ini masih jadi pilihan utama. Rute ini menghubungkan Malang Kota dengan Blitar melalui kawasan Kepanjen dan Sumberpucung.
- Rute: Malang Kota – Pakisaji – Kepanjen – Sumberpucung – Karangkates (Bendungan Lahor) – Blitar.
Karakter jalan relatif lebar dan beraspal baik karena menjadi jalur nasional. Meski cukup ramai, arus lalu lintasnya cenderung mengalir, terutama di luar jam sibuk.
Bonusnya, pengendara bisa menikmati panorama Bendungan Lahor yang sering jadi tempat singgah sejenak untuk melepas lelah. Perlu dicatat, di area bendungan sudah diterapkan sistem pembayaran non-tunai, jadi sebaiknya menyiapkan e-money.
Jika jalur Kepanjen terasa terlalu padat, sebagian pengendara memilih jalur Ngantang. Rute ini dikenal lebih lengang dan menawarkan pemandangan perbukitan serta waduk yang menenangkan.
- Rute: Malang – Dau – Ngantang – Bendungan Selorejo – Blitar.
Suasana perjalanan di jalur ini cenderung lebih tenang, cocok bagi pengendara yang tidak terburu-buru. Namun, kondisi jalan di beberapa titik bisa bervariasi. Ada ruas yang mulus, ada pula yang berlubang atau sempit, sehingga perlu ekstra hati-hati, terutama saat musim hujan.
Bagi yang ingin perjalanan sekaligus menikmati wisata, Jalur Lintas Selatan (JLS) bisa jadi pilihan menarik. Jalur ini menghubungkan wilayah selatan Malang dan Blitar dengan latar pantai dan perbukitan.
Karakter rutenya memang lebih panjang dan memutar dibanding jalur nasional, sehingga kurang cocok untuk perjalanan cepat. Namun bagi penumpang yang ingin suasana santai, pemandangan laut, dan udara segar, JLS menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda. Jalur ini sering dipilih saat akhir pekan atau libur panjang.
Untuk penumpang yang ingin praktis tanpa repot menyetir, bus antarkota masih jadi andalan. Dari Terminal Arjosari Malang, tersedia bus Patas maupun bus AC tarif biasa menuju Blitar.
Beberapa operator yang sering melayani rute ini antara lain PO Tentrem dan Bus Bagong. Tujuan akhirnya biasanya Terminal Patria Blitar. Waktu tempuh bus relatif stabil, tergantung kondisi lalu lintas, dan cocok bagi penumpang yang ingin perjalanan santai sambil beristirahat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
