
Happy Gen Seafood, salah satu rekomendasi kuliner seafood tepi pantai di Bali dengan cita rasa yang enak dan view yang juara. (Google Maps/ 김아름)
JawaPos.com - Meskipun terlihat sepele, pos pengeluaran ini justru sering membengkak tanpa disadari. Sebagian besar orang biasanya telah merencanakan transportasi dan penginapan dengan matang, namun untuk urusan makan sering kali dianggap bisa mengalir begitu saja.
Sayangnya, di sinilah letak masalahnya. Pengeluaran kecil untuk makan dan jajan yang dilakukan terus-menerus ternyata dapat membuat total biaya liburan jauh melebihi rencana awal.
Rutinitas makan berubah ketika liburan. Waktu sarapan dapat bergeser menjadi brunch, lalu malam harinya ditutup dengan makan besar yang lebih santai. Di sela-sela waktu tersebut, selalu saja ada godaan untuk menikmati kopi, camilan, atau jajanan khas setempat yang sulit dilewatkan begitu saja.
Selain itu, harga makanan di tempat wisata cenderung lebih tinggi, terutama di lokasi strategis yang kerap mematok harga premium. Di tengah suasana liburan, seseorang juga biasanya cenderung lebih permisif dalam belanja. Momen bersantai ini seakan menjadi alasan pembenaran untuk menghabiskan lebih banyak uang untuk mencoba berbagai kuliner menarik.
Berikut alasan yang tidak disadari biaya makan saat liburan bisa membengkak:
Efek Psikologis Liburan pada Pola Konsumsi
Saat traveling, otak bekerja dengan mode yang berbeda. Kamu ingin mencoba hal baru, termasuk makanan lokal yang sedang viral. Ada dorongan untuk mencicipi semuanya karena takut menyesal jika melewatkan.
Efek ini membuat pengeluaran terasa ringan di awal. Seporsi makanan atau segelas kopi terlihat kecil nilainya. Namun ketika dijumlahkan di akhir hari, totalnya bisa mengejutkan. Tanpa disadari, biaya makan harian saat liburan bisa dua hingga tiga kali lipat dari hari biasa.
Jajan Kecil yang Menggerogoti Anggaran
Jajan sering dianggap pengeluaran receh. Es kopi susu, gorengan lokal, dessert khas daerah, atau oleh oleh makanan ringan. Nilainya mungkin tidak besar per transaksi, tapi frekuensinya tinggi.
Traveling identik dengan jalan kaki dan eksplorasi. Setiap berhenti sejenak sering diikuti dengan beli sesuatu. Kebiasaan ini terasa menyenangkan, tapi berdampak langsung ke anggaran harian.
Perbedaan Biaya Makan di Setiap Kota
Indonesia punya variasi biaya hidup yang luas. Makan di kota besar tentu berbeda dengan kota kecil atau daerah wisata populer. Di beberapa destinasi, harga makanan bisa melonjak saat musim liburan.
Jika tidak menyesuaikan ekspektasi sejak awal, kamu bisa merasa anggaran jebol lebih cepat. Perencanaan kasar soal biaya makan per hari membantu menjaga pengeluaran tetap masuk akal.
Cara Lebih Sadar Mengatur Biaya Makan Saat Traveling

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
