Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Desember 2025 | 14.10 WIB

Fakta Mengapa Biaya Makan Saat Liburan Sering Meningkat?

Happy Gen Seafood, salah satu rekomendasi kuliner seafood tepi pantai di Bali dengan cita rasa yang enak dan view yang juara. (Google Maps/ 김아름) - Image

Happy Gen Seafood, salah satu rekomendasi kuliner seafood tepi pantai di Bali dengan cita rasa yang enak dan view yang juara. (Google Maps/ 김아름)

JawaPos.com - Meskipun terlihat sepele, pos pengeluaran ini justru sering membengkak tanpa disadari. Sebagian besar orang biasanya telah merencanakan transportasi dan penginapan dengan matang, namun untuk urusan makan sering kali dianggap bisa mengalir begitu saja.

Sayangnya, di sinilah letak masalahnya. Pengeluaran kecil untuk makan dan jajan yang dilakukan terus-menerus ternyata dapat membuat total biaya liburan jauh melebihi rencana awal.

Rutinitas makan berubah ketika liburan. Waktu sarapan dapat bergeser menjadi brunch, lalu malam harinya ditutup dengan makan besar yang lebih santai. Di sela-sela waktu tersebut, selalu saja ada godaan untuk menikmati kopi, camilan, atau jajanan khas setempat yang sulit dilewatkan begitu saja.

Selain itu, harga makanan di tempat wisata cenderung lebih tinggi, terutama di lokasi strategis yang kerap mematok harga premium. Di tengah suasana liburan, seseorang juga biasanya cenderung lebih permisif dalam belanja. Momen bersantai ini seakan menjadi alasan pembenaran untuk menghabiskan lebih banyak uang untuk mencoba berbagai kuliner menarik.

Berikut alasan yang tidak disadari biaya makan saat liburan bisa membengkak:

Efek Psikologis Liburan pada Pola Konsumsi

Saat traveling, otak bekerja dengan mode yang berbeda. Kamu ingin mencoba hal baru, termasuk makanan lokal yang sedang viral. Ada dorongan untuk mencicipi semuanya karena takut menyesal jika melewatkan.

Efek ini membuat pengeluaran terasa ringan di awal. Seporsi makanan atau segelas kopi terlihat kecil nilainya. Namun ketika dijumlahkan di akhir hari, totalnya bisa mengejutkan. Tanpa disadari, biaya makan harian saat liburan bisa dua hingga tiga kali lipat dari hari biasa.

Jajan Kecil yang Menggerogoti Anggaran

Jajan sering dianggap pengeluaran receh. Es kopi susu, gorengan lokal, dessert khas daerah, atau oleh oleh makanan ringan. Nilainya mungkin tidak besar per transaksi, tapi frekuensinya tinggi.

Traveling identik dengan jalan kaki dan eksplorasi. Setiap berhenti sejenak sering diikuti dengan beli sesuatu. Kebiasaan ini terasa menyenangkan, tapi berdampak langsung ke anggaran harian.

Perbedaan Biaya Makan di Setiap Kota

Indonesia punya variasi biaya hidup yang luas. Makan di kota besar tentu berbeda dengan kota kecil atau daerah wisata populer. Di beberapa destinasi, harga makanan bisa melonjak saat musim liburan.

Jika tidak menyesuaikan ekspektasi sejak awal, kamu bisa merasa anggaran jebol lebih cepat. Perencanaan kasar soal biaya makan per hari membantu menjaga pengeluaran tetap masuk akal.

Cara Lebih Sadar Mengatur Biaya Makan Saat Traveling

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore