Kampong Ayer, desa di atas air yang kaya akan budaya dan tradisi (Dok. Visit Southeast Asia, ASEAN).
JawaPos.com - Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei Darussalam, mungkin tidak sebesar kota-kota lain di Asia Tenggara, tetapi menyimpan banyak kejutan bagi para wisatawan. Terletak di pesisir utara Pulau Kalimantan, kota ini menjadi pusat administratif sekaligus komersial Brunei.
Menurut EBSCO, dengan luas wilayah sekitar 100 kilometer persegi, Bandar Seri Begawan menghadirkan perpaduan menarik antara arsitektur modern dan rumah panggung tradisional. Tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, kota ini juga menawarkan pengalaman wisata budaya, religi, hingga kuliner yang berkesan.
1. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien
Salah satu ikon utama Brunei adalah Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien. Masjid ini disebut-sebut sebagai monumen paling terkenal sekaligus paling fotogenik di Brunei. Dilansir dari TRVL Guides, kubah emas murninya yang menjulang setinggi 50 meter seakan menjadi simbol kemegahan negeri ini.
Pembangunan masjid selesai pada tahun 1958 dengan biaya mencapai 7 hingga 10 juta dolar AS. Bahan-bahan bangunannya pun diimpor dari berbagai negara, seperti marmer dari Italia, granit dari Shanghai, lampu kristal dari Inggris, hingga karpet mewah dari Arab Saudi. Arsitekturnya memadukan gaya Mughal dan Melayu, bahkan tak sedikit yang menyebutnya mirip dengan latar kisah Aladdin versi Disney.
Masjid ini tidak hanya menjadi rumah ibadah, melainkan juga menjadi simbol nasional Brunei. Di sekelilingnya, terdapat laguna buatan dengan replika Tongkang Mahligai yang menciptakan suasana mirip Taj Mahal. Setelah senja, cahaya lampu membuat masjid ini semakin menawan.
2. Museum of Royal Regalia
Bagi pecinta sejarah dan budaya, Museum of Royal Regalia menjadi destinasi yang sayang dilewatkan. Dikutip dari Places of Charm, museum ini menampilkan berbagai peralatan upacara kerajaan Brunei serta koleksi hadiah dari pemimpin dunia kepada Sultan.
Yang menarik, skala dan penataan koleksi di museum ini sangat memikat. Pengunjung dapat melihat langsung beragam artefak, mulai dari perlengkapan upacara kerajaan hingga replika pesawat yang diberikan delegasi asing. Bahkan ada pula pameran yang menampilkan armada jet pribadi milik Sultan.
Uniknya, wisatawan diwajibkan melepas alas kaki sebelum masuk. Pengunjung juga bisa menuliskan nama dan asal negara di buku tamu yang tersedia. Hal ini memberi gambaran kecil tentang keragaman wisatawan yang datang. Meski terletak di pusat kota, museum ini sering kali terasa sepi, sehingga pengunjung bisa menikmati pameran dengan lebih leluasa.
3. Kampong Ayer, Desa di Atas Air
Tak lengkap rasanya membicarakan Bandar Seri Begawan tanpa menyebut Kampong Ayer. Pemukiman tradisional di atas air ini disebut-sebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Menurut Binus University, Kampong Ayer masih menjadi rumah bagi ribuan warga lokal yang menjaga budaya dan tradisinya hingga kini.
Kampong Ayer dilengkapi fasilitas layaknya kota kecil, seperti sekolah, rumah sakit, masjid, hingga museum khusus bernama Kampong Ayer Cultural and Tourism Gallery. Galeri ini menampilkan artefak sejarah pemukiman sekaligus foto-foto lama yang menjelaskan tradisi masyarakat setempat.
Dilansir dari Away With the Steiners, galeri yang mungil namun dirancang dengan baik ini cukup menarik bahkan untuk anak-anak. Terdapat menara pandang sederhana yang memungkinkan wisatawan menikmati panorama desa panggung secara utuh.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
