
Museum Sepuluh Nopember di Surabaya. (Antara)
JawaPos.com - Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya tidak hanya menyimpan cerita kepahlawanan dalam buku sejarah, tetapi juga dalam bangunan-bangunan bersejarah yang kini menjadi museum. Setiap sudutnya menyimpan potongan kisah penting perjuangan bangsa.
Jika Anda ingin menikmati wisata sejarah yang penuh makna, lima museum berikut ini wajib ada di daftar kunjunganmu. Bukan sekadar tempat melihat benda kuno, museum-museum ini menghadirkan pengalaman yang mengajakmu menyelami masa lalu secara langsung.
1. Museum Sepuluh Nopember – Menghidupkan Kembali Semangat 10 November
Museum ini menjadi jantung dari kawasan Tugu Pahlawan—ikon perjuangan arek-arek Suroboyo melawan penjajah pada 10 November 1945. Begitu memasuki area museum, pengunjung disambut dengan diorama-diorama dramatis yang menggambarkan suasana pertempuran sengit.
Tidak hanya itu, koleksi senjata, arsip dokumen sejarah, hingga rekaman suara pidato Bung Tomo yang menggelegar turut memperkuat kesan heroik. Disediakan pula layar audiovisual interaktif yang membantu pengunjung lebih memahami konteks sejarah dengan cara yang modern.
Alamat: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kec. Bubutan, Surabaya
Jam Buka: Selasa–Jumat: 08.00–14.30 WIB | Sabtu–Minggu: 08.00–13.30 WIB | Senin & hari libur: Tutup
2. House of Sampoerna – Museum Bergaya Kolonial dengan Nuansa Artistik
Berada di dalam bangunan megah bergaya kolonial Belanda, House of Sampoerna memadukan sejarah industri rokok dengan elemen seni dan budaya. Dulunya merupakan pabrik rokok kretek pertama milik Liem Seeng Tee, kini museum ini memamerkan alat-alat produksi, kisah perjalanan bisnis Sampoerna, hingga studio pengamatan proses pelintingan rokok secara langsung.
Arsitektur bangunannya yang otentik dan artistik menjadikannya spot favorit para fotografer. Ditambah lagi, area kafe dan galeri seni membuat pengalaman kunjungan terasa lebih lengkap dan menyenangkan.
Alamat: Taman Sampoerna No.6, Krembangan Utara, Pabean Cantian, Surabaya
Jam Buka: Setiap hari: 09.00–18.00 WIB
3. Museum Kesehatan dr. Adhyatma, MPH – Menelusuri Sejarah Medis Indonesia
Museum unik ini menyoroti perkembangan dunia kesehatan di Indonesia dari masa ke masa. Tak hanya alat-alat medis modern, koleksinya juga mencakup alat pengobatan tradisional, jamu-jamuan, bahkan alat-alat supranatural yang pernah digunakan dalam praktik pengobatan kuno.
Suasana yang diciptakan museum ini membawa kita ke masa lalu, melihat bagaimana masyarakat nusantara merawat tubuh dan jiwa. Museum ini sangat cocok bagi pelajar, tenaga medis, maupun masyarakat umum yang tertarik mendalami sejarah kesehatan nasional.
Alamat: Jl. Indrapura No.17, Kemayoran, Krembangan, Surabaya
Jam Buka: Senin–Jumat: 09.00–15.00 WIB | Sabtu–Minggu: 09.00–14.00 WIB
4. Museum Bank Indonesia Surabaya – Jejak Ekonomi dalam Gedung Bersejarah
Bagi kamu yang tertarik pada sejarah ekonomi dan keuangan, Museum Bank Indonesia menawarkan pengalaman eksplorasi yang mendalam. Terletak di bekas gedung De Javasche Bank yang berdiri sejak 1904, museum ini memamerkan berbagai koleksi uang zaman kolonial, alat hitung kuno, serta informasi mengenai peran penting Bank Indonesia dalam perekonomian nasional. Interior bangunan yang masih mempertahankan gaya arsitektur kolonial menambah nilai historis dan estetika kunjunganmu.
Alamat: Jl. Garuda No.1, Krembangan Selatan, Kec. Krembangan, Surabaya
Jam Buka: Selasa–Minggu: 08.00–16.00 WIB | Senin: Tutup
5. Museum W.R. Soepratman – Mengenang Sang Komposer Indonesia Raya
Bagi pencinta sejarah musik dan nasionalisme, museum ini menyentuh secara emosional. Museum ini menempati rumah tempat Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, menghabiskan hari-hari terakhirnya. Koleksi museum mencakup foto-foto pribadi, biografi, dan benda peninggalan, termasuk replika biola yang menjadi simbol perjuangannya lewat musik. Di halaman museum, berdiri patung dirinya tengah memegang biola—ikon yang seakan mengajak kita untuk terus mengingat peran musik dalam kemerdekaan bangsa.
Alamat: Jl. Mangga No.21, Tambaksari, Surabaya
Jam Buka: Selasa–Minggu: 08.00–15.00 WIB | Senin: Tutup

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
