
Wisata di Bandung saat liburan tahun baru. (treveloka)
JawaPos.com - Sebagaimana jumlah calon pemudik atau wisatawan periode Natal dan tahun baru di tahun ini yang meningkat dibandingkan tahun lalu, begitu pula potensi kenaikan pemesanan hotel. Hal itu dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berlangsung dengan damai.
Menurut Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sutrisno Iwantono, situasi tersebut memberikan rasa aman bagi masyarakat. Sehingga mereka merasa lebih nyaman untuk bepergian. Faktor pendorong lainnya, seperti peningkatan pengeluaran pemerintah di akhir tahun, berpotensi menciptakan perputaran uang yang lebih besar di masyarakat.
”Ini mendorong orang untuk berbelanja dan bepergian,” katanya kepada Jawa Pos kemarin.
Meski demikian, Sutrisno menekankan bahwa data mengenai tingkat pemesanan masih dalam tahap proses booking. Pihaknya belum bisa memastikan angka pasti. ”Melihat kecenderungan jumlah pemesanan, kelihatan menunjukkan harapan bisa lebih baik dari tahun lalu,’’ ujarnya.
Meski demikian, dia mengakui adanya tantangan yang dihadapi sektor pariwisata. Misalnya, penurunan daya beli masyarakat dan rencana pengurangan belanja pemerintah.
Untuk meningkatkan daya tarik bagi wisatawan, PHRI tetap mengedepankan inovasi serta elastisitas di masing-masing hotel. Harga mengikuti tren musiman. Pelayanan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama.
”Kalau akhir tahun baru gini biasanya ada kenaikan. Karena kita juga melihat bahwa daya beli masyarakat belum sempurna,’’ tuturnya.
Dorong Kunjungan
Sementara itu, Sekretaris II DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi (PUTRI) Jatim Yeni Dwi Kurniawati mengatakan, kinerja tempat wisata di Indonesia memang belum pulih. Dia sendiri tak berharap bahwa pemulihan tersebut bakal berjalan cepat. ”Tak bisa diingkari kalau banyak masyarakat kehilangan pendapatan selama pandemi. Jadi, masih belum bisa dibandingkan saat high season sebelum pandemi,’’ ungkapnya.
Dia mencontohkan, kunjungan selama puncak masa Natal dan tahun baru (Nataru) bisa mencapai 7 ribu pengunjung per hari. Namun, saat ini pihaknya melihat kunjungan hanya mencapai 3 ribu orang.
Dia mengakui bahwa pertumbuhan tiap tahun selalu ada. Akhir tahun ini, dia berharap bisa mendorong kunjungan sebanyak 10 persen year-on-year. ”Sepuluh persen sudah sangat bagus. Itu kan sudah jauh lebih banyak daripada pertumbuhan rata-rata ekonomi,’’ ungkapnya.
Dia menegaskan, setiap pengelola taman rekreasi harus mencari ceruk pasar tertentu untuk bisa terus berkembang. Misalnya, Taman Rekreasi Sengkaling. Perempuan yang menjabat koordinator marketing di tempat wisata tersebut mengaku harus mulai menyulap diri sebagai wisata edukasi.
Dengan begitu, dia akhirnya bisa mendapatkan pengunjung dari institusi seperti sekolah atau bisnis. ”Kebetulan paket outdoor learning kami selalu mendapatkan peminat. Meskipun, kami tetap mengincar wisatawan secara umum,’’ jelasnya. (han/bil/c6/ttg)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
