Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 September 2024 | 18.19 WIB

Menikmati Nuansa Vintage di Lawang Sewu hingga Rumah Akar, Menjajal Slow Travel Mengelilingi Kota Semarang

BERBENTUK: Sebuah taman dengan desain tulisan Lawang Sewu menambah nuansa hijau di destinasi. (DINDA JUWITA/JAWA POS) - Image

BERBENTUK: Sebuah taman dengan desain tulisan Lawang Sewu menambah nuansa hijau di destinasi. (DINDA JUWITA/JAWA POS)

Petualangan slow travel tak melulu harus ke alam bebas. Di tengah kota pun, pelancong tetap bisa act like a tourist. Di Semarang, misalnya. Ibu kota Provinsi Jawa Tengah itu seolah tak pernah kehabisan daya tarik untuk dieksplorasi.

ISTILAH slow travel kini banyak digaungkan. Selain dianggap lebih praktis, slow travel memungkinkan para traveler untuk menikmati momen liburan dengan lebih bermakna tanpa harus buru-buru.

Semarang layak masuk dalam wish list. Para traveler bakal disuguhi aneka destinasi dengan ragam tema. Yang membuat momen liburan akan bermakna dan penuh warna.

Saat memulai penjelajahan ke Semarang, gedung Lawang Sewu adalah satu destinasi wajib yang harus dikunjungi. Bangunan ini dulunya adalah kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Saat ini Lawang Sewu berstatus aset PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Bangunan yang terletak di Jalan Pemuda itu menjadi museum dan galeri sejarah perkeretaapian yang seolah tak pernah sepi. Sesuai dengan namanya, Lawang Sewu (yang dalam bahasa Jawa berarti seribu pintu) memiliki sebuah keunikan berupa 1.000 jendela tinggi dan besar sehingga tampak seperti pintu.

DOKUMEN SEJARAH: Di Lawang Sewu, pengunjung mendapat ragam pengetahuan tentang sejarah perkeretaapian di masa lampau. (DINDA JUWITA/JAWA POS)

”Ini kali pertama saya berkunjung ke Semarang, jadi harus ke sini. Selain bisa foto dengan background pintu-pintu, ternyata bisa juga belajar soal sejarah perkeretaapian,” ujar Imas asal Jakarta yang ditemui Jawa Pos.

Para traveler bakal dibuat takjub saat melihat kemegahan Lawang Sewu. Wajar, selain eksotis, bangunan yang berdiri sejak awal 1900-an itu masih kokoh dan terawat. ”Bersih, rapi, koleksinya lengkap. Bahkan, ada guide yang menjelaskan runut. Jadi, semua pengunjung bisa belajar sejarah,” jelasnya.

Berada tepat di jantung kota Semarang membuat Lawang Sewu masih menjadi primadona yang tak habis daya tariknya. Hanya dengan Rp 20 ribu, pengunjung bisa bebas datang dan berlama-lama di salah satu cagar budaya tersebut. Gedung ini buka setiap hari, mulai pukul 08.00 sampai pukul 20.00, tetapi untuk Rabu buka mulai pukul 12.00 WIB.

Bergeser beberapa langkah dari Lawang Sewu, para wisatawan bisa menyempatkan waktu untuk menikmati Semarang dengan cara yang lebih chill. Yaitu, berjalan kaki menikmati Kota Lama Semarang.

DOKUMEN SEJARAH: Sebuah ornamen kereta api dipasang rapi di salah sastu ruangan di Lawang Sewu. (DINDA JUWITA/JAWA POS)

Titik start penjelajahan bisa dimulai dari kafe Tekodeko yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto. Lalu, mengarah ke Jalan Cendrawasih untuk menuju Museum Kota Lama. Museum ini sebelumnya dikenal warga lokal sebagai lokasi Air Mancur Bundaran Bubakan.

Perjalanan santai bisa berlanjut ke arah Jalan Suari dan Kepodang. Di sepanjang jalan itu, pengunjung akan disuguhi pemandangan bangunan tua di kanan kiri yang memang sengaja dipertahankan keasliannya.

Bagi penyuka foto Instagrammable, para traveler wajib mengunjungi destinasi Rumah Akar. Di sini puing-puing bangunan menyatu dengan akar pohon. Sajian ini membuat dokumentasi berwisata para pelancong berkesan vintage (antik).

Namun, jika kurang percaya diri dengan skill mengambil foto, tak perlu khawatir. Sebab, di sepanjang jalan itu, wisatawan dapat menemui para fotografer andal yang menawarkan jasanya dengan biaya yang cukup miring, hanya sekitar Rp 5 ribu per foto. (dee/c14/ris)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore