Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Agustus 2024 | 22.18 WIB

Lawang Sewu: Denting Kereta Api dan Mitos Kelamnya Bungker Bawah Tanah untuk Merendam Tahanan

Lawang Sewu di Semarang kini menjadi museum yang dikelola PT KAI. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)

JawaPos.com - Lawang Sewu, lebih dari sekadar cerita mistis, menyimpan sejarah perkeretaapian yang kaya sejak zaman kolonial Belanda. Kini dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), gedung megah ini telah bertransformasi menjadi museum yang memamerkan koleksi berharga sejarah kereta api di Indonesia.

"Lawang Sewu" sendiri merupakan julukan yang diberikan oleh masyarakat karena banyaknya pintu di gedung ini. Mochtar Ambon, seorang pemandu wisata, menjelaskan, "Lawang Sewu berarti 'seribu pintu' dalam bahasa Indonesia, meskipun jumlah pintu sebenarnya hanya 928. Angka 'seribu' digunakan untuk menggambarkan jumlah yang sangat banyak."

Nama asli Lawang Sewu adalah Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschapij (NISM), kantor pusat perusahaan kereta api swasta Belanda yang bekerja sama dengan VOC. Arsitekturnya yang unik, dengan banyak pintu dan dinding tebal, dirancang untuk menciptakan sirkulasi udara yang optimal dan menjaga suhu tetap sejuk di tengah iklim Semarang yang panas.

Namun, di balik keindahan arsitekturnya, tersembunyi sisi gelap Lawang Sewu yang dipenuhi cerita horor. Salah satu tempat yang paling terkenal adalah bunker bawah tanah, yang sering menjadi lokasi syuting acara horor. Mitos yang beredar mengatakan bahwa bunker ini pernah digunakan sebagai penjara dan tempat penyiksaan bagi warga pribumi.

"Konon, para tahanan disiksa dengan cara direndam di dalam air," ungkap Mochtar. Meskipun tidak ada bukti nyata seperti tulang belulang yang ditemukan, mitos ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari legenda Lawang Sewu.

Bunker yang gelap dan lembap, dengan air yang tergenang di dasarnya, menambah kesan angker. Koin-koin yang berserakan di permukaan air digunakan untuk mengukur kedalamannya.

Jumlah pintu di Lawang Sewu tercatat sebenarnya ada 928 pintu. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)

Beberapa mitos lain menyebutkan adanya terowongan rahasia yang menghubungkan bunker ini dengan tempat lain, namun keberadaan terowongan tersebut belum pernah terbukti.

Selain bunker, penampakan sosok noni Belanda juga sering dilaporkan, terutama di malam hari. Mochtar mengakui, "Saya sendiri belum pernah melihatnya, tapi banyak cerita tentang penampakan tersebut."

Terlepas dari cerita mistisnya, bunker Lawang Sewu sebenarnya memiliki fungsi penting sebagai penampung air untuk mengatasi masalah banjir yang sering melanda Semarang. Selain itu, air di dalam bunker juga membantu mendinginkan gedung.

Lawang Sewu dirancang oleh dua arsitek Belanda ternama, Jakob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag. Keduanya dikenal karena karya-karya arsitektur mereka yang mengesankan di berbagai kota di Indonesia.

Meskipun mitos dan legenda horor telah membuat Lawang Sewu semakin dikenal, sejarah kelamnya tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore