
EKSOTIS: Panorama perbukitan dan pantai nan indah di Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT, menghasilkan visual yang memanjakan mata.
Taman Nasional Komodo terdiri atas gugusan pulau-pulau indah. Tiga pulau terbesarnya adalah Padar, Komodo, dan Rinca. Bila waktu atau bujet terbatas, wisatawan bisa mengikuti tur singkat setengah hari untuk menjelajahinya.
KAMIS (9/5) pagi itu suasana di Marina Labuan Bajo sudah terlihat sibuk. Puluhan kapal dengan berbagai ukuran bersandar rapi. Siap mengantar wisatawan untuk menjelajah Taman Nasional Komodo.
Saat itu Jawa Pos berkesempatan mengikuti tur singkat bersama rombongan LPPOM MUI, di sela kegiatan Festival Syawal 1445 H yang dipusatkan di Labuan Bajo. Dari Marina Labuan Bajo, perjalanan menuju Pulau Padar dengan speedboat sekitar dua jam.
Selama perjalanan, mata dimanjakan dengan gugusan pulau-pulau kecil nan menawan. Beberapa wisatawan, khususnya yang kali pertama ke Labuan Bajo, mengira di Pulau Padar juga bakal bertemu komodo. ”Di Pulau Padar ada komodonya, tetapi sedikit dan kecil-kecil,” kata Godefridus Resa, pemandu wisata.
EKSOTIS: Sejumlah wisatawan tidak melewatakn snorkling di Pink Beach, Pulau Komodo.
Meskipun begitu, bukan berarti keindahan Pulau Padar bisa dilewatkan begitu saja. Wisatawan sebaiknya mampir di pulau seluas 173 ribu hektare itu dulu.
Untuk bisa menikmati keindahan Pulau Padar, dibutuhkan usaha ekstra. Yaitu menaiki anak tangga. Total ada 835 anak tangga. Untuk bisa sampai puncak, wisatawan melewati beberapa pos pemberhentian. ”Istirahat dulu sambil menikmati pemandangan yang indah,” sambung Epit, sapaan Godefridus. Lekukan Pulau Padar terlihat jelas dari ketinggian.
Beberapa wisatawan asing membawa anak-anaknya untuk mendaki sampai puncak. Mereka terlihat gesit berjalan sampai ke atas. Epit menyatakan bahwa penjualan tiket masuk untuk naik ke Pulau Padar menggunakan sistem buka tutup. Sekitar pukul 10.00, atau saat wisatawan di atas masih padat, penjualan tiket dihentikan sementara. Pengoperasian Pulau Padar dibuka sampai menjelang petang.
PERLU PERJUANGAN: Untuk menikmati view dari puncak Pulau Padar, harus menikmati lebih dari 800 anak tangga. Semangat.
Setelah dari Pulau Padar, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Komodo. Secara sederhana, posisi Pulau Komodo ada di sisi barat Pulau Padar. Perjalanan dari Pulau Padar menuju Pulau Komodo hanya memerlukan waktu tidak sampai satu jam dengan speedboat.
Sesuai namanya, populasi komodo di Pulau Komodo merupakan yang terbanyak. Disusul kemudian di Pulau Rinca. Di pulau itu beberapa ranger sudah siap menyambut wisatawan. Mereka bertugas mengawal wisatawan menyusuri Pulau Komodo untuk melihat komodo.
”Pulau ini juga disebut Loh Liang,” kata M. Kristian, seorang ranger yang memandu perjalanan. Saat itu rombongan dipandu tiga ranger. Pertimbangannya, isi rombongan cukup banyak. Ada yang mengawal di depan, belakang, dan tengah-tengah.
Kristian menceritakan, pulau itu disebut Loh Liang karena Liang itu adalah sarang komodo. Tempat bertelurnya komodo. Komodo di sana benar-benar hidup liar tanpa ada intervensi apa pun.
SELALU RAMAI: Suasana Marina Labuan Bajo, pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo dan pulau-pulau sekitarnya.
Menurut data terkini, jumlah komodo di Pulau Komodo 1.656 ekor. Tidak percaya? Silakan hitung sendiri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
