Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Desember 2023 | 19.14 WIB

Kunjungan Wisatawan Melonjak , Wisata Lumbung Stroberi Kekurangan Buah saat Libur Natal dan Tahun

Pengunjung membludak, pemilik bisnis wisata kebun stroberi kaget dan kekurangan buah. (Radar Malang) - Image

Pengunjung membludak, pemilik bisnis wisata kebun stroberi kaget dan kekurangan buah. (Radar Malang)



JawaPos.com - 
Destinasi wisata Lumbung Stroberi di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Malang, Jawa Timur kekurangan buah.

Hal ini dikarenakan, jumlah wisatawan yang datang melonjak drastis akibat libur panjang natal dan tahun baru 2024.

Salah seorang pengelola Lumbung Stroberi, Devrans Riyan Maulana mengatakan jumlah kunjungan mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

"Saat ini kami bisa menjual lebih dari 150 tiket setiap harinya. Sementara itu, pada hari biasa hanya berkisar 50 tiket yang terjual," jelas Devrans kepada dilansir dari Radar Malang pada Selasa (26/12).

Pengunjung yang berlibur untuk memetik buah stroberi tidak hanya berasal dari Malang, namun juga berasal dari luar kota sempat membuat Devrans Riyan kewalahan.

Tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung membuat stok buah stroberi di kebun menurun drastis.

"Minimnya buah ini juga disebabkan cuaca yang tidak menentu di Malang," ucapnya.

Kondisi tersebut membuat mayoritas kebun tak memiliki buah untuk dipetik wisatawan. Beberapa diantaranya juga ada yang belum siap panen.

Devrans Riyan sebagai salah satu pemilik usaha wisata kebun stroberi telah bekerja sama dengan 10 kebun petani di Malang. Dua diantaranya hanya digunakan sebagai stroberi box atau stroberi fresh.

Baca Juga: Arus Balik Libur Natal, Ini Jadwal One Way dan Contraflow di Jalan Tol Arah Jakarta

"Jadi hanya 8 kebun yang bisa digunakan sebagai wisata petik stroberi," ujar Riyan.

Pada hari biasanya setiap kebunnya bisa dipanen sebanyak 14 hingga 15 kilogram.

Namun karena banyaknya wisatawan yang datang di musim libur seperti Natal dan Tahun baru, juga cuaca yang kurang mendukung di Malang membuat satu kebun hanya bisa dipanen 1 kilogram.

Meskipun kekurangan buah, Riyan mengatakan tidak akan menutup kunjungan ke Lumbung Stroberi.

"Namun kita hanya akan menerima pengunjung yang telah melakukan reservasi 2 hari sebelum kedatangan," katanya.

Jika ada tamu yang ingin reservasi lagi, maka ia akan menjelaskan bagaimana kondisi buahnya terlebih dahulu.

Kalau untuk pengunjung reguler yang langsung datang, makan akan diajak untuk melakukan survey lahan terlebih dahulu.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore