
Pengunjung membludak, pemilik bisnis wisata kebun stroberi kaget dan kekurangan buah. (Radar Malang)
JawaPos.com - Destinasi wisata Lumbung Stroberi di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Malang, Jawa Timur kekurangan buah.
Hal ini dikarenakan, jumlah wisatawan yang datang melonjak drastis akibat libur panjang natal dan tahun baru 2024.
Salah seorang pengelola Lumbung Stroberi, Devrans Riyan Maulana mengatakan jumlah kunjungan mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Saat ini kami bisa menjual lebih dari 150 tiket setiap harinya. Sementara itu, pada hari biasa hanya berkisar 50 tiket yang terjual," jelas Devrans kepada dilansir dari Radar Malang pada Selasa (26/12).
Pengunjung yang berlibur untuk memetik buah stroberi tidak hanya berasal dari Malang, namun juga berasal dari luar kota sempat membuat Devrans Riyan kewalahan.
Tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung membuat stok buah stroberi di kebun menurun drastis.
"Minimnya buah ini juga disebabkan cuaca yang tidak menentu di Malang," ucapnya.
Kondisi tersebut membuat mayoritas kebun tak memiliki buah untuk dipetik wisatawan. Beberapa diantaranya juga ada yang belum siap panen.
Devrans Riyan sebagai salah satu pemilik usaha wisata kebun stroberi telah bekerja sama dengan 10 kebun petani di Malang. Dua diantaranya hanya digunakan sebagai stroberi box atau stroberi fresh.
Baca Juga: Arus Balik Libur Natal, Ini Jadwal One Way dan Contraflow di Jalan Tol Arah Jakarta
"Jadi hanya 8 kebun yang bisa digunakan sebagai wisata petik stroberi," ujar Riyan.
Pada hari biasanya setiap kebunnya bisa dipanen sebanyak 14 hingga 15 kilogram.
Namun karena banyaknya wisatawan yang datang di musim libur seperti Natal dan Tahun baru, juga cuaca yang kurang mendukung di Malang membuat satu kebun hanya bisa dipanen 1 kilogram.
Meskipun kekurangan buah, Riyan mengatakan tidak akan menutup kunjungan ke Lumbung Stroberi.
"Namun kita hanya akan menerima pengunjung yang telah melakukan reservasi 2 hari sebelum kedatangan," katanya.
Jika ada tamu yang ingin reservasi lagi, maka ia akan menjelaskan bagaimana kondisi buahnya terlebih dahulu.
Kalau untuk pengunjung reguler yang langsung datang, makan akan diajak untuk melakukan survey lahan terlebih dahulu.
***

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
