
Wagashi yang dibuat oleh Chef Nakai di acara diskusi The Japan Foundation, Kamis (29/11)
JawaPos.com - Siapa sangka jika makanan Indonesia dan Jepang, khususnya dessert (hidangan penutup) memiliki kemiripan. Adanya kemiripan dari bidang kuliner membuat hubungan Indonesia dan Jepang terasa spesial, terlebih tahun ini hubungan bilateral kedua negara telah sampai di angka 60 tahun.
Chef asal Jepang, Hiroto Nakai yang menjadi pelatih chef Indonesia di restoran Ootoya mengatakan, konozenzai adalah salah satu makanan dessert yang dikonsumsi di Jepang, dengan bahan baku utama azuki (kacang merah).
"Jepang telah membuat kue manis selama berabad-abad lamanya, sebelum gula tersedia secara luas di Jepang," ujar Chef Nakai dalam acara diskusi di The Japan Foundation, Kamis (29/11).
Chef asal Kyoto kelahiran tahun 1975 ini mengatakan, kacang dari Jepang yang memiliki cita rasa manis digunakan sebagai pengganti gula. Di Jepang, 90 persen azuki terbaik, katanya, ditanam di daerah Hokaido Utara. Selain kacang azuki, bahan konozenzai lainnya yang digunakan adalah kinako, tepung yang dibuat dari kulit kedelai.
Tidak hanya konozenzai, wagashi juga menjadi salah satu warisan kue tradisional Jepang. Wagashi merupakan kue atau permen manis tradisional Jepang yang biasa dihidangkan sebagai teman minum matcha (teh hijau).
"Setiap musim, kue, bahan, dan bentuknya berbeda. Misalnya sakura mochi, ini kue khusus untuk musim semi. Warabimochi, kue untuk musim panas karena kuenya disajikan dingin," lanjutnya.
Adapun wagashi memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah yookan yang disajikan saat musim panas karena kuenya dingin. Ia mencontohkan, bulan Oktober-Desember di Jepang, biasanya kue yang disajikan adalah kue yang menggunakan bahan labu atau chestnut. Terlebih di musim dingin, orang Jepang kerap menyajikan mochi daifuku atau zenzai yang hangat.
"Kue Jepang, wagashi setiap musim berbeda. Tetapi azuki sepanjang tahun suka dipakai dalam kue Jepang. Khusus sekarang-sekarang ini, jelang tahun baru, kacang merah lebih banyak dipakai daripada yang biasa," katanya.
Adapula anmitsu, merupakan kue yang disajikan selama musim panas. Salah satu bahan utamanya adalah azuki yang ditemani dengan agar-agar serta mochi yang dinamakan shiratama. Cara penyajian anmitsu, disajikan dalam mangkuk.
"Perbedaan kue Jepang dengan kue lain adalah air. Misalnya kue cake atau biskuit menggunakan mentega atau minyak, tetapi kue Jepang tidak gunakan itu dan salah satu kuncinya adalah menggunakan air bersih dan bagus. Bahan dasarnya adalah beras dan kacang merah," terangnya.
Hal ini juga berbeda dengan dessert Indonesia yang kerap menggunakan kelapa atau santan sebagai bahan dasarnya. Sementara di Jepang, karena tidak ada kelapa, maka tidak ada makanan yang menggunakan kelapa sebagai bahannya.
Sementara itu, Travelling Chef Indonesia, Wira Hardiansyah mengatakan, di Indonesia salah satu dessert yang mirip dengan yang ada di Jepang adalah wedang ronde. Makanan tersebut seperti mochi daifuku atau zenzai yang disajikan hangat.
"Kita punya wedang jahe dan cuma bisa ditemukan di tempat dingin. Wedang dari Bahasa Jawa, ronde Bahasa Belanda. Warisan Tionghoa tapi bahasanya Belanda, ronde artinya bulat," katanya.
Ia juga menyebutkan ada beberapa makanan Indonesia yang mirip lainnya, yakni seperti apem moestoko (warisan Sri Sultan Hamengku Buwono ketika ia tak bisa hadir dalam suatu acara) yang sama dengan dorayaki, cilok sama dengan dango, mochi, serta kakigori yang sama dengan es serut.
"Di Indonesia, kue adalah istilah dari ketan yang ditumbuk sampai kalis dan diberi warna merah," katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
