William Wongso. (Dok. Pribadi)
JawaPos.com - Kuliner nusantara tidak hanya soal kenikmatan, tetapi juga kisah panjang perjuangan para tokoh Indonesia yang mengenalkannya lebih luas.
Beberapa nama chef dan food reviewer bahkan dianggap legendaris karena kontribusi besarnya. Dari layar televisi, panggung internasional, hingga buku resep.
Tokoh-tokoh tersebut telah memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia dari generasi ke generasi. Berikut adalah lima sosok yang tidak bisa lepas dari sejarah kuliner Indonesia:
Raden Roro Sisca Soewitomo atau kerap dipanggil Bu Sisca asal Surabaya ini terkenal dengan acara tv memasak sejak tahun 90-an.
Dengan senyum ramah dan gaya bicara sederhana, ia berhasil membuat masakan nusantara terlihat mudah diikuti oleh semua kalangan. Puluhan buku resep masakan yang ia tulis hingga kini masih menjadi rujukan bagi banyak orang.
Resep-resepnya tidak hanya menampilkan masakan tradisional seperti rawon, soto atau rendang. Tetapi juga beradaptasi dengan olahan modern yang disesuaikan dengan selera masyarakat.
Sisca adalah bukti bahwa dunia kuliner bisa menyatu dengan hiburan, sekaligus memberikan edukasi praktis.
Warisan terbesarnya adalah keberhasilan menjadikan dapur rumah tangga Indonesia sebagai pusat pelestarian kuliner.
Backsound acara televisinya pun sudah melekat padanya. Bu Sisca menjadi salah satu legenda kuliner, dan dijuluki “Ratu Boga Indonesia”.
Bondan Haryo Winarno merupakan food reviewer asal Surabaya berlatar belakang jurnalis yang terkenal dengan tagline “Maknyus!”.
Jika bicara tentang food reviewer legendaris, pasti namanya tidak tergantikan. Program televisi yang ia bintangi hampir menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Makanan Indonesia diperkenalkan dengan cara hangat, informatif, dan membuat setiap penontonya penasaran.
Walau sudah berpulang, Nama Bondan Winarno tetap melekat di ingatan masyrakat. Karena Bondan tidak hanya sekedar mencicipi makanan, tetapi juga menceritakan semua kisah di balik piring yang tersaji.
Mulai dari sejarah, budaya, hingga nilai sosial yang melekat pada tiap hidangan. Salah satu ciri khasnya adalah menjelaskan bumbu-bumbu dalam hidangan hanya dari suapan di mulut.
Ciri khas lainnya adalah riset terlebih dahulu sebelum membuat konten review makanan. Kontribusinya menjadikan makanan tradisional yang dianggap kuno kembali dihargai.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
