
SIAP DIBUKA: Setelah ditutup sejak pertengahan Maret 2020, Kampung Warna Warni Jodipan bakal dibuka kembali untuk wisatawan pada 4 September mendatang. (Foto: Rubianto/Radar Malang)
JawaPos.com- Setelah mati suri akibat pandemi Covid-19, geliat Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) dan Kampung Tridi kembali terlihat. Tempat wisata tematik tersebut kembali dibuka, Sabtu (4/9). Di hari pertama, belum banyak wisatawan yang datang.
Untuk mengantisipasi banyaknya kunjungan saat weekend, pengelola KWJ dan Kampung Tridi telah menyiapkan sarana prasarana penunjang protokol pencegahan Covid-19. Semua wisatawan diingatkan untuk menggunakan masker.
Salah satu pengunjung, Yudi Irawan, mengaku terkesan dengan kesigapan para petugas. Termasuk, keindahan dua kampung tematik di Kota Malang itu. Pria asli Jember yang kini tinggal di Kota Batu itu baru pertama kali ke sana. ”Tempatnya indah, luar biasa buat foto-foto bagus,” ujar pria yang datang bersama istri dan seorang anaknya itu seperti dikutip Radar Malang, Sabtu (5/9).
Wajah KWJ memang sengaja dipoles ulang setelah berbulan-bulan tak terurus akibat pandemi Covid-19. Koordinator Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) Sony Parin mengatakan, semua warga ikut bergotong-royong mengecat ulang kampung. ”Kami lakukan pengecatan ulang di beberapa sudut yang dirasa sudah agak pudar,” ujar Parin.
Meski sudah buka, akses menuju jembatan kaca untuk sementara ditutup. Salah satu anggota paguyuban Kampung Tridi, Subari masih belum tahu kapan jembatan kaca dibuka. ”Kalau Kampung Tridi ya kita juga sudah buka. Tapi di jembatan penghubung ke Kampung Warna-warni Jodipan dari area Tridi itu masih kita tutup,” jelasnya. Untuk mengakses kesana, wisatawan hanya bisa lewat KWJ.
Ada banyak spot foto unik di dua kampung tematik itu. Untuk Kampung Tridi, spot foto berlatar tembok cina jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. ”Tembok cina itu yang paling ramai. Soalnya kalau Kampung Tridi ini memang daya tariknya menonjolkan gambar-gambar 3D itu tadi, kalau KWJ kan warna-warninya,” tandas Subari.
Kedua lokasi wisata ini, juga tak mengubah harga tiket. Untuk KWJ, harga tiketnya Rp 3 ribu dan pengunjung mendapat stiker khusus. Sementara, Kampung Tridi, Rp 5 ribu per dua orang. ”Itu sudah termasuk parkir. Harganya kita turunkan. Kalau biasane harganya Rp 8 ribu sudah termasuk parkir,” urai Subari.
Tiap wisatawan yang masuk Kampung Tridi akan mendapatkan gantungan kunci sebagai souvenir. ”Sementara yang nggak naik motor atau jalan kaki, tiket masuknya Rp 2 ribu saja per orang. Biasanya Rp 3.000 per orang,” tandasnya. Sementara, Untuk masuk ke dua wisata diatas buka mulai pukul 06.00 WIB pagi dan tutup hingga 18.00 WIB sore.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=o8kuezIU4D0

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
