
Warga mengecek bawah laut di wilayah Pulau sebira, Kepulauan Seribu, Jakarta, (17/5/2017).
JawaPos.com – Pulau Sebira identik dengan keindahan alam bawah laut yang memiliki beragam biota, situs sejarah mercusuar, dan penangkaran penyu sisik. Warga setempat juga menyebut Pulau Sebira sebagai Pulau Perawan. Sebab, pulau itu jarang disentuh.
Laut di sana jarang dinikmati orang, bahkan belum tersentuh pembangunan. Layak dibilang alami. Agar bisa menyentuh keindahan bawah Laut Sebira, pengunjung harus merogoh kocek yang cukup dalam. Biayanya bisa sampai belasan juta.
Hanya ada dua akses. Yakni, jalur kapal nelayan di Pelabuhan Muara Angke dan jalur kapal cepat di Pelabuhan Marina, Ancol.
"Sama kayak ongkos liburan ke Bali. Makanya, jarang yang ke sana," ujar Hasyim, petugas info wisata Kepulauan Seribu.
Biaya sewa kapal mahal karena jarak yang sangat jauh. Yakni, lebih dari 70 mil ke utara perairan Jakarta. Kebetulan, tidak ada sarana transportasi langsung dari pemerintah. Setiap orang yang ingin ke sana harus menyewa kapal. Perjalanan menuju pulau tersebut juga menguji nyali. Calon pengunjung harus melewati laut lepas yang menjadi bagian jalur perdagangan internasional.
"Tapi, sampai di sana, terbayar kok. Sunset-nya luar biasa indah. Terutama dari atas mercusuar," ujarnya.
Karang laut dan beraneka ikan hias akan menyambut pengunjung. Karang-karang yang masih tersusun sempurna memanjakan mata. Spot snorkeling dan diving mudah dijangkau. Salah satu spot menarik terletak di belakang permukiman warga.
"Sangat cocok untuk pencinta alam laut. Banyak titik yang bisa dieksplorasi," katanya. Jika beruntung, pengunjung bisa menemukan kura-kura sisik. Munculnya sesekali. Kura-kura itu sengaja dilepas pengelola penangkaran penyu untuk menambah kekayaan biota laut Pulau Sebira.
"Pengunjung bisa meminta kepada pengelola jika ingin melepas anak kura-kura langka itu," ujarnya. Kunjungan belum sempurna sebelum menikmati sunset dari ketinggian 48 meter. Yakni, dari mercusuar Pulau Sebira. Rasanya seperti kembali ke masa 148 tahun silam ketika petugas penjaga mercusuar aktif mengontrol lalu lintas laut dari Pulau Sebira.
"Setelah kegiatan, sebelum malam, pengunjung bisa menikmati kue Barongko khas suku Bugis," tambahnya. (bad/co3/ydh/yuz/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
