Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Februari 2017 | 16.17 WIB

Menikmati Kuliner Gulai Ikan, Lebih Menggoda Utuh Seekor

YUMMY: Suasana rumah makan gule kepala ikan di Jalan KH Mukmin, Sidoarjo, memiliki menu olahan ikan yang digemari di Kota Delta. - Image

YUMMY: Suasana rumah makan gule kepala ikan di Jalan KH Mukmin, Sidoarjo, memiliki menu olahan ikan yang digemari di Kota Delta.



JawaPos.com – Coba berselancar di internet, lalu ketik gulai kepala ikan. Salah satu restoran yang paling dicari adalah Gule Kepala Ikan Mas Agus. Rumah makan yang memiliki menu olahan ikan itu sangat digemari di Kota Delta. Restoran tersebut berlokasi di Jalan KH Mukmin.


Saat siang, tempat itu ramai pengunjung. Begitu pula Kamis (9/2). Para pelayan terlihat sibuk melayani para penikmat kuliner ikan yang dimasak dengan cita rasa gulai. Jika diamati, mayoritas pelanggan memesan menu gulai kepala ikan. Beberapa orang memilih menu dengan sensasi pedas nan gurih, yaitu tom yam kepala ikan. ’’Memang, dua menu itu paling diserbu di sini,” kata Agus Endang Sulistyawati, juru masak gulai kepala ikan mas.


Restoran yang bersistem franchise tersebut berdiri pada 2012. Sejak dibuka, tempat itu memiliki pelanggan setia. Mereka adalah pencinta masakan khas Indonesia. ’’Kebanyakan pelanggan datang sekeluarga. Pas weekend, kadang bagian dapur sampai kewalahan,” ungkap Endang sembari menuang satu porsi gulai kepala ikan plus kuah gulai hangat ke piring. Isinya satu ikan nila utuh, hanya bagian daging di badannya sudah banyak berkurang.


Ukuran ikan nila cukup besar. Endang mengaku memperoleh bahan baku dari Semarang. Ikan tersebut adalah hasil budi daya sendiri. Karena itu, ukurannya relatif besar dan nyaris tidak berbau amis. ’’Kelebihan budi daya sendiri, kami bisa menjaga kualitasnya,” ujarnya.


Dia menyebutkan, sebelum mengolah ikan, tidak ada langkah khusus untuk menghilangkan bau amis. Salah satu trik memasak ikan adalah menggodoknya dengan komposisi air yang relatif banyak. ’’Supaya empuk. Jadi, bumbunya merasuk dan sisiknya nggak terlalu kasar,” terangnya sambil menunjukkan dandang besar yang digunakan untuk memasak gulai kepala ikan.


Kualitas yang dipertahankan itu membuat pasangan suami istri (pasutri) Silvi Sutri Insani-Andi Aziz jatuh cinta pada menu gulai kepala ikan. Setelah berbelanja kebutuhan rumah, mereka memilih bersantap siang di kedai yang bersebelahan dengan sekolah MINU tersebut.


Pasutri yang tinggal di Perumahan Puri Indah itu mengaku sering memesan menu gulai kepala ikan. ’’Saya lebih suka tom yam. Soalnya, segar dan tanpa santan,” tutur Andi. ’’Aku sih memang penggila masakan ikan. Apalagi, yang diolah masih utuh seekor. Rasanya lebih puas dan alami,” tambah Silvi.


Tanpa ragu, Silvi menyantap seporsi gulai kepala ikan tanpa sendok. Satu per satu tulang ikan diangkat ke mulutnya, lalu diisap perlahan. Cita rasa laos dan kunyit langsung menguat di lidah. Sementara itu, Andi memilih menyeruput kuah tom yam kepala ikan lebih dulu.


Sebelum pulang, Silvi menyempatkan diri memesan menu serupa untuk keluarga di rumah. ’’Selera sekeluarga buat yang berkuah ya di sini. Kalau bakar atau goreng, beda lagi,” ucap perempuan asli Sumatera tersebut, lantas tersenyum. (via/c18/dio/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore