Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 April 2017 | 23.13 WIB

Luncurkan Festival Tidore 2017, Menpar Sebut Alamnya Berkelas

Menteri Pariwisata saat peluncuran Festival Tidore 2017 di Kemenpar, Rabu (5/4) malam. - Image

Menteri Pariwisata saat peluncuran Festival Tidore 2017 di Kemenpar, Rabu (5/4) malam.

JawaPos.com - Kesultanan Tidore merupakan salah satu warisan sejarah yang dimiliki masyarakat Maluku Utara. Keragaman seni pada kesultanan ini bakal menjadi daya tarik tersendiri dalam untuk mendatangkan wisatawan mancanegara maupun domestik.


Sehingga Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Festival Tidore 2017 pada Sabtu (10/4) hingga Minggu (11/4) mendatang. Pelaksanaannya ditandai dengan peluncuran yang dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Sultan Tidore Huseinsyah, dan Walikota Tidore Ali Ibrahim, Rabu (5/4) malam.


Mengenakan baju adat Tidore berwarna merah, Menpar Arief Yahya menyatakan, budaya dan alam Tidore Kepulauan sangat berkelas.


“Kita beruntung memiliki kesultanan. Tentu, karena ada kerajaan itu, sudah pasti memiliki budaya adilihung yang tinggi. Itu yang harus kita lestarikan,” ujar Menpar Arief Yahya dalam keterangan persnya, Kamis (6/4).


Menurut mantan Dirut PT Telkom itu, culture value Tidore sangat tinggi. Tetapi belum didukung oleh commercial value-nya. Sehingga kekayaan budaya itu belum menghasilkan economic value yang kuat. Untuk itu budaya ini harus dilestarikan agar bisa  mensejahterakan.


Festival Tidore itu sendiri diselenggarakan setiap tahun pada bulan April. Tahun ini merupakan perhelatannya yang ke-9 yang  mengangkat tema “Merawat Tradisi, Mempertegas Jati Diri Bangsa Maritim”.


Lebih peraih Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu menuturkan, Festival Tidore sangat cocok untuk mengembangkan dan melestarikan warisan sejarah. Terutama sejarah kesultanan Tidore dan sekaligus mempromosikan Tidore dengan seni, alam dan budaya.


Sementara itu, bagi masyarakat Tidore, tradisi dan intisari kebudayaan berisikan ajaran moral dan etik yang harus dijaga, serta aspek kemaritiman (bahari) adalah bagian dari refleksi akan ketegasan membangun identitas dan jati diri masyarakat Tidore sebagai masyarakat kepulauan.


Adapun top-3 Events selama Festival Tidore 2017 yakninya, Parade Juanga (10 april 2017): keliling pulau dengan kapal formasi perang oleh sultan dan bala tentaranya.


Kedua, Perjalanan Paji (11 april 2017): keliling pulau di darat dengan formasi perang menceritakan revolusi Sultan Nuku. Ketiga, Kirab Agung Kesultanan Tidore (11 april 2017), yang akan disinergikan dengan pembukaan museum maritim dunia di Kedaton Tidore.


Di sisi lain, Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pariwisata beserta jajarannya, yang telah membantu kesuksesan Launching Festival Tidore 2017.  “Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Menteri Pariwisata yang berkenan membantu kesuksesan acara malam ini. Sekadar informasi bahwa Festival Tidore 2017 juga berketepatan dalam rangka hari jadi Kepulauan Tidore yang 909 yang jatuh pada tanggal 12 april 2017,” kata Ali.


Ali menambahkan, momentum lauching, meneguhkan semangat warga Tidore sebagai bagian dari anak bangsa, untuk secara terus menerus merawat tradisi budaya yang dimiliki.


”Festival ini juga mempertegas jati diri warga tidore untuk mewujudkan visi Kota Tidore sebagai kota jasa berbasis argo marine,” ungkapnya. (iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore